Proses Menuju Janji Tuhan

Baca: Kejadian 37: 1-11

MASALAH: Proses Menuju Penggenapan Janji Tuhan (1)

“Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya (Yusuf – red), tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.” Kejadian 37:11.

Yusuf mendapatkan mimpi dari Tuhan dan melalui mimpi itu Tuhan hendak menyatakan rencana dan janjinya kepada Yusuf. Pertama, Yusuf bermimpi sedang berada di lading bersama saudara-saudaranya untuk mengikat berkas-berkas gandum. Tiba-tiba berkas gandum Yusuf bangkit dan tegak berdiri, sedangkan berkas-berkas saudaranya yang lain sujud menyembah kepada berkas milik Yusuf. Mimpi berikutnya: tampaklah matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah Yusuf. Ketika ia menceritakan kedua mimpi itu kepada saudara-saudaranya, mereka menjadi sangat marah dan berkata, “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami?” (ayat 8). Sejak saat itu saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf.

Sesungguhnya Yusuf sedang mendapatkan janji Tuhan melalui mimpi-mimpinya itu. RencanaNya Ia sampaikan melalui mimpi itu, yaitu kelak Yusuf akan diangkat sebagai seorang pemimpin besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Ternyata, sekalipun mendapatkan janji yang luar biasa dari Tuhan, Yusuf harus mengalami banyak masalah dalam kehidupannya. Ada beberapa proses menyakitkan yang harus dialaminya: 1. Yusuf dilemparkan ke dalam sumur (baca ayat 19-24); 2. Yusuf dijual sebagai budak (baca ayat 25-28); 3. Yusuf dipenjarakan oleh Potifar (Kejadian 39:12-20); 4. Yusuf dilupakan oleh juru minum raja (baca Kejadian 40:21-23). Sepertinya, kejadian demi kejadian yang dialami Yusuf ini sangat bertentangan dengan janji Tuhan. Ketika masih tinggal dengan ayahnya, Yusuf menjadi anak kesangan dan hidupnya enak. Begitu mendapatkan mimpi dan janji dari Tuhan ia justru harus mengalami penderitaan yang luar biasa. Sungguh tidak masuk akal menurut pemikiran kita.

Hidup kita juga sering mengalami hal seperti itu. Kita sering mendengar khotbah bahwa janji Tuhan itu ya dan amin, dan rancanganNya bagi kita adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (baca Yeremia 29:11). Namun mengapa keadaan kita tetap begini-begini saja, tidak berubah, krisis dan sakit pun belum juga disembuhkan? Inilah perjalanan yang haus kita lewati, terkadang Tuhan ijinkan kita mengalami penderitaan demi penderitaan seperti Yusuf.

MASALAH: Proses Menuju Penggenapan Janji Tuhan (2)

“Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: ’Hormat!’ Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41:43.

Ketika mendapatkan mimpi-mimpi dari Tuhan, Yusuf belum memiliki gambaran yang jelas mengenai rencana Tuhan baginya. Namun melalui ayat di atas jelas nyata bahwa tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Melalui proses kehidupannya yang berliku-liku akhirnya Yusuf sungguh-sungguh menjadi orang besar, yaitu menjadi penguasa di Mesir. Sungguh luar biasa, Yusuf menjadi orang kedua di Mesir setelah Firaun. Lebih daripada itu Yusuf diberi hak dan kuasa, bahkan cincin raja dikenakan kepadanya.

Kita percaya bahwa Tuhan juga memiliki rencana khusus bagi setiap kita. Dia memiliki rancangan yang baik, masa depan yang indah dan penuh pengharapan. Dia sudah membuktikan KasihNya: berkorban, rela menderita, bahkah rela menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib untuk kita. Semua ini dilakukanNya supaya kita beroleh pengampunan, keselamatan, kesembuhan, pemulihan, kasih karunia dan anugerah supaya kita memiliki kehidupan yang baik.

Jika kita teliti dan perhatikan lebih jauh, semua masalah dan penderitaan yang dialami oleh Yusuf sebenarnya adalah proses yang dipakai Tuhan untuk menuju pada janjiNya. Pada waktu mendapatkan janji Tuhan, Yusuf masih berada di Kanaan. Namun Tuhan memberi mimpi kepada Yusuf bahwa ia akan menjadi penguasa di Mesir. Karena itu Yusuf harus sampai ke Mesir agar menjadi penguasa di sana, meskipun cara Tuhan begitu ajaib membawa Yusuf sampai ke Mesir, yaitu melalui tindakan saudara-saudara Yusuf yang membuangnya ke sumur dan akhirnya menjualnya sebagai budak ke Mesir. Yusuf perlu dibawa ke Mesir, karena jika hanya tinggal di rumah sangat sulit baginya untuk menjadi penguasa di Mesir. Sekalipun Yusuf menjadi budak dan semua yang dialaminya menunjukkan bahwa itu sangat tidak masuk akal, namun juka kita melihatnya dengan mata rohani kita akan tahu bahwa Yusuf sedang mendekat kepada janji dan rencanaNya. Untuk membawa kita kepada penggenapan janji dan rencanaNya Tuhan memakai banyak cara, bahkan melalui masalah dan penderitaan.

Karena itu jangan tawar hati dan takut jika sedang dilanda masalah !

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s