CUKUPLAH KASIH KARUNIA TUHAN

CUKUPLAH KASIH KARUNIA TUHAN
Pdt. Samuel Duddy

2 Korintus 12:7-10, “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”. (PB hal.225)

Mengapa dikatakan cukup? Ketika Paulus mengalami perjumpaan dengan Tuhan, dia mengalami perubahan hidup yang luarbiasa, namun selanjutnya, dia mengalami tantangan dan kesulitan di dalam hidupnya. Ada duri di dalam dagingnya. Dan Paulus telah berdoa memohon kepada Tuhan tentang itu.

Kalau kita berbicara tentang doa, maka ada doa yang dijawab Tuhan, ada doa yang tidak dijawab dan ada doa yang menunggu waktu Tuhan, tetapi saat Paulus berdoa kepada Tuhan, jawaban-Nya adalah: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”. Jawaban Tuhan lain daripada permintaan Paulus.

Mengapa Tuhan mengatakan “cukup”? Itu artinya Tuhan akan selalu meneguhkan dan mengokohkan kita. Sebab kasih karunia itu adalah inisiatif pemberian Tuhan, bukan karena kita baik. Sebab itu jangan sia-siakan kasih karunia Tuhan itu.

Mengapa Tuhan menjawab bahwa kasih karunia-Nya itu cukup adalah karena:

1. Supaya jangan sombong.
Ayat 7:“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri”.
Apakah pernyataan yang luarbiasa itu? Lihat 2 Korintus 12:1-4. Ketika kita mungkin sedang mengalami hal-hal yang luarbiasa di dalam hidup kita, Paulus mengingatkan kita bahwa semuanya itu bersifat sementara, yang terpenting adalah “keindahan kerohanian” kita.
Kisah Para Rasul 20:35, “…. sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Kita menerima semuanya karena kasih karunia, sebab itu kita harus mau memberi dan memberkati sesama dengan kerelaan hati.
Apapun yang telah Tuhan percayakan kepada kita – harta, kekayaan, bisnis dan karir – janganlah kita lupa diri. Mengapa? Agar kita menyadari bahwa kita hanyalah pengelola, bukan pemilik. Kita hanyalah pelayan Tuhan, sebab itu kita harus merendahkan diri (Kisah Para Rasul 20:19-21).

“Duri” adalah kesusahan, kesengsaraan atau masalah. Setiap orang mempunya duri di dalam kehidupannya, ada salib yang harus dipikul. Mengapa? Supaya jangan suka menghakimi orang lain. Kalau mungkin keadaan kita lebih baik dari orang lain, jangan menghakimi, jangan otoriter atau bertindak sesukanya kepada orang lain. Sebab, siapa tahu akan ada “duri” yang akan mendatangi hidup kita.

2. Supaya hanya Allah yang harus dimuliakan.
Apa pun keberhasilan dan kesuksesan yang kita miliki, jangan sampai kita mencuri kemuliaan Tuhan. Jangan sempat kita terlalu “menikmati” semua itu, sebab itu adalah anugerah Tuhan, maka harus dikembalikan kepada Tuhan.

3. Supaya Paulus menyadari bahwa dia dapat melakukannya hanya karena Roh Kudus.
Ibadah yang disertai rasa cukup, adalah ibadah yang memiliki kuasa dan memiliki faedah bagi kita (1 Timotius 6:6). Dengan demikian Paulus tidak tergantung pada kekuatannya sendiri, namun dari Roh Kudus. Sebab hanya Roh Kudus yang dapat melakukan jauh melebihi apa yang kita doakan, jauh melebihi kemampuan kita.

4. Supaya Paulus senantiasa bersukacita dan rela.
Supaya Paulus rela memberi, rela menderita bahkan rela dibentuk oleh Tuhan. Ketika Paulus rela dan bersukacita, walaupun dia di penjara dan mengalami tekanan hebat, ketika ada di tengah-tengah kondisi kritis dan krisis, Tuhan Yesus tetap ada di dalam semuanya itu, menyertai, bahkan melepaskan mereka (Kisah Para Rasul 16:19-40)

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s