KRISTEN MINIMAL DAN KRISTEN MAKSIMAL

KRISTEN MINIMAL DAN KRISTEN MAKSIMAL
Oleh : Pdp. DR. Janto Simkoputera MD PhD

Tuhan menghendaki agar kita menjadi Kristen maksimal, bukan Kristen minimal atau yang pas-pasan saja, karena hal ini akan berkaitan dengan berkat Tuhan yang akan kita terima. Orang Israel ada di Mesir menjadi budak sehingga mereka mengeluh dan komplain. Tetapi selama 400 tahun itu, Tuhan hanya diam saja sampai DIA menemukan Musa, seorang yang mengejar kekudusan.

Tugas Musa adalah membawa bangsa Israel ini keluar dari Mesir. Dan, kalimat pertama yang Tuhan perintahkan kepada Musa adalah bukan supaya Musa membentuk pasukan yang besar, bukan sediakan tenda atau makanan. Kalimat pertama yang Tuhan katakan adalah di Keluaran 3 : 5, “Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (PL hal. 60).

Artinya tanggalkan kehidupan lama, tanggalkan cara berpikir kita dan ikuti cara-Nya Tuhan. Hal ini pesan yang sama untuk kita semua, agar kita meninggalkan kehidupan manusia lama kita dan cara berpikir kita, dan mengejar hidup kudus karena Tuhan adalah Allah yang kudus.

Musa “menghadap Firaun” dengan kesepuluh tulah itu untuk menghukum Firaun dan Mesir, kemudian berhasil membawa Israel keluar dari Mesir dan memasuki padang gurun. Dan di padang gurun ini mereka komplain kepada Musa, karena tidak ada air, tidak ada daging dan makanan seperti di Mesir. Dan akhirnya mereka sampai di gunung Nebo, dan dari sini Musa melihat tanah Perjanjian. Tuhan berkata bahwa Musa tidak masuk ke tanah Perjanjian karena Musa berbuat kesalahan (Keluaran 34, PL hal. 98). Pertama, seharusnya Musa cukup berkata saja kepada gunung batu itu agar keluar air, tetapi karena bangsa Israel komplain terus, maka Musa naik darah (marah) dan mengetuk/memukul gunung batu itu. Musa tidak taat kepada perintah Tuhan.

Kesalahan kedua adalah saat Musa naik ke gunung Sinai dan ketika dia turun dari atas gunung, muka Musa bersinar. Tetapi Musa kompromi dan memakai “kain” menutupi wajahnya yang bersinar itu. Musa memakai topeng. Inilah dua hal yang membuat Musa tidak bisa memasuki tanah Perjanjian. Hati-hati!! Jangan kompromi dengan dosa.

Akhirnya Tuhan memilih pengganti Musa, yaitu Yosua. Dalam Yosua 1 : 1 – 4 (PL hal 237), “berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun:…..”:

* “seberangilah sungai Yordan ini”, artinya: ada harga yang harus dibayar untuk Tuhan.
* “setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu”, artinya: luas Tanah Perjanjian yang akan dimiliki Yosua adalah tergantung seberapa luas dia menginjak tanah itu.

Tetapi, mengapa wilayah Israel hanya sedikit? Karena tanah yang diinjak Yosua tidak luas, Yosua merasa cukup saja → Inilah karakter KRISTEN MINIMAL: berdoa cukup, beribadah cukup, baca Alkitab cukup, jadi jemaat cukup, memberi cukup. Dan, upahnya adalah hidup yang pas-pasan, timbangan rohaninya kecil.
Pesan Tuhan → jangan jadi Kristen yang minimal dan berkata cukup, jangan mau jadi penonton saja.
Ini yang Tuhan janjikan: seberapa banyak kita “menginjak”: seberapa banyak kita taat dan bayar harga untuk Tuhan, seberapa kita doa puasa; sebanyak itulah Tuhan sediakan kepada kita. Seberapa banyak kita menabur maka sebanyak itulah kita akan menuai.
Namun untuk itu kita harus melewati 4 tingkat Kekristenan ini (baca Yehezkiel 47, PL hal. 949):

1. Kristen di pergelangan kaki (Yehezkiel 47 : 1 – 3)

Artinya: manusia lama harus hilang, sudah bertobat dan menjadi manusia baru dan sudah dibaptis selam.

2. Kristen di lutut (Yehezkiel 47 : 4a)

Lutut dipakai untuk berdoa (Ibrani: berakha (=berkat): sikap untuk menerima sesuatu yang lebih). Artinya mulai banyak berdoa dan masuk ke hubungan yang lebih intim dengan Tuhan.

3. Kristen di pinggang (Yehezkiel 47 : 4b)

Di bawah pinggang terletak alat reproduksi. Artinya, menjadi orang Kristen yang menghasilkan buah-buah roh. Sudah menghasilkan buah jiwa-jiwa kepada Tuhan, buah pertobatan (jangan merokok, jangan selingkuh dll), buah pelayanan, dan buah roh (Galatia 5 : 22 – 23). Tetapi ingat, sungai yang mencapai pinggang sudah semakin deras, artinya mengalami banyak sindiran, tantangan terhadap iman kita, tetapi kita harus sabar dan setia.

4. Kristen di sungai (Yehezkiel 47 : 5)

Inilah karakter KRISTEN MAKSIMAL → kehendak Tuhan.
Artinya kita sudah berenang di sungai, tidak menginjak dasar tanah lagi, hanya kepala saja yang terlihat. Artinya Kristen yang hanya bergantung kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan saja. → Timbangan rohaninya sesuai timbangan Tuhan.

Kalau kita sudah mencapai tingkat “Kristen di sungai”, Kristen Maksimal ini maka DAMPAKNYA adalah → BERKAT BERLIMPAH-LIMPAH (baca Yehezkiel 47 : 9 – 12):

1. Apa pun yang kita kerjakan berhasil.
2. Menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita.
3. Tuhan menyediakan berkat yang tidak terbatas, yang maksimal.

__,_._,___

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s