Beda jalan

Nats: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu (Yesaya 55:9)

Dua anak menemukan sebuah kantong berisi dua belas butir kelereng.
Mereka berdebat soal pembagian kelereng itu dan  memutuskan untuk mendatangi seorang bapak yang mereka anggap bijak.
Ketika diminta menengahi, bapak itu bertanya, mereka mau kelereng itu dibagi menurut keadilan manusia atau keadilan Tuhan.
Anak-anak itu menjawab, “Kami mau yang adil. Jadi, bagilah menurut keadilan Tuhan.”
Sang bapak pun menghitung kelereng tersebut, lalu memberikan tiga butir kepada salah satu anak, dan sembilan butir kepada anak yang lain. Pertanyaan sang bapak mengingatkan kita bahwa terkadang ada perbedaan besar antara keadilan yang diberikan manusia dan Allah.
Jalan Tuhan, pikiran dan rencana-Nya, jauh berbeda dari jalan manusia.
Standar kebenaran dan keadilan-Nya juga lain dari standar manusia. Seperti langit dan bumi bedanya-kiasan Yesaya itu masih kita pakai sampai sekarang. Manusia hanya melihat sepotong gambar, Allah melihat gambar itu secara menyeluruh.
Manusia hanya mengamati tindakan lahiriah, Tuhan sanggup menilik sampai ke relung hati yang paling dalam. Apa yang dianggap baik oleh Tuhan, bisa jadi malah dianggap jahat oleh manusia. Ketika kita berharap mendapat bagian sama rata, Tuhan membagikan karunia menurut keperluan masing-masing orang. Apa yang kita rasa lamban, bagi Dia indah pada waktunya. Adakah harapan kita yang belum terwujud sampai saat ini? Atau, adakah doa yang sudah sekian lama kita panjatkan, tetapi kita belum kunjung melihat titik terang jawaban-Nya? Mungkin Tuhan bukannya berdiam diri. Bisa jadi Dia justru sedang menjawabnya secara tak terduga: menurut jalan-Nya, bukan menurut jalan kita

JANGAN MEMBENGKOKKAN JALAN TUHAN MENURUT KEMAUAN KITA

KITALAH YANG HARUS MENUNDUKKAN DIRI MENGIKUTI JALANNYA

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s