BENIH ITU HARUS MATI

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Yohanes 12:24

Ketika Yesus menggunakan ilustrasi benih gandum yang jatuh ke tanah dan kemudian mati, sesungguhnya Ia sedang memberitahukan tentang keberadaanNya sendiri yang harus mengalami kematian dan dampak yang dihasilkan oleh karena kematianNya.

Benih yang ditanam harus mati terlebih dahulu sebelum menghasilkan buah yang berlipat ganda. Kehidupan kita pun akan menghasilkan tuaian dan buah berlipat jika kita mau berkorban. Contohnya adalah janda Sarfat yang rela berkorban justru dari kekurangannya. Di tengah situasi sulit di mana kekeringan (krisis) melanda, secara materi janda ini tidak punya apa-apa kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Namun janda ini rela memberikannya kepada Elia (abdi Allah) terlebih dahulu; ia taat melakukan apa yang disuruh Elia, “…buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu bagi anakmu.” (1 Raja-raja 17:13). Pengorbanan janda Sarfat sepertinya hal yang bodoh, untuk diri sendiri saja kurang namun malah berkorban bagi orang lain. Tetapi benih yang ditabur janda itu tidak pernah sia-sia, “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman Tuhan yang diucapkanNya dengan perantaraan Elia.” (1 raja-raja 17:16).

Jadi selama keadaan masih baik mari kita menabur sebanyak mungkin untuk Tuhan, baik itu dalam bentuk waktu, tenaga, pikiran, uang atau harta. Segala sesuatu yang telah kita tabur itu tidak akan pernah sia-sia asal kita tidak mengungkit-ungkitnya. Begitu pula dalam hal mengikut Kristus, ada harga yang harus kita bayar. Bila kita ingin bertumbuh dan menghasilkan buah sesuai yang dikehendaki Tuhan, maka ‘kedagingan’ kita harus mati. Harus ada penundukan diri penuh kepada kehendak Tuhan sebagaimana Yesus tunduk kepada Bapa. Jika saat ini kita sedang ujian jangan menyerah dan putus asa karena semuanya itu mendatangkan kebaikan bagi kita, sebagaimana benih gandum harus mati terlebih dahulu sebelum akhirnya bangkit, bertumbuh dan berbuah lebat.

Di balik kematian ada kehidupan!

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s