GOD’S FAVOR

GOD’S FAVOR
Oleh : Pdt. Yosia Abdisaputera

God’s Favor adalah kemurahan hati Tuhan yang membuat seseorang mendapat perlakuan khusus atau istimewa. Misalnya, dari sebegitu banyak orang yang hebat, kita terlihat lebih menonjol dari mereka ini, padahal kita biasa-biasa saja. Dari sebegitu banyak restoran yang ada, orang-orang justeru lebih ingin mengunjungi dan makan di restoran kita.

Ester 2 : 8 – 9, “..Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan”.

Latar belakang ayat ini adalah ketika raja mengumpulkan gadis-gadis cantik untuk dipilih menjadi seorang ratu. Dari sebegitu banyaknya gadis-gadis cantik ini, ada seorang wanita yang menurut pemandangan Hegai – yang ditunjuk raja untuk memilih -, dan menimbulkan rasa sayang di hati Hegai. Ester mendapatkan perlakuan istimewa.

Dalam ayat 15 kita melihat bahwa God’s favor ini mengikutinya, “.Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia”. Bukan hanya Hegai, tetapi semua orang yang melihat Ester juga sayang kepadanya.

Dan dalam Ester 2 : 17, “Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti”.

Raja juga memilih Ester. Apa penyebabnya? Tidak jelas. Bukan berarti Ester lebih cantik. Bahkan raja belum pernah mengenal Ester sebelumnya. Jadi penyebabnya adalah karena Ester mendapatkan kemurahan Tuhan yang membuat Ester berbeda dari semua gadis itu.
Dari Efesus 2 : 8 – 9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”. Ada dua faktor untuk mendapatkan God’s favor, yaitu:

1. Kasih karunia.

Ini tidak ada hubungannya dengan usaha kita. Ini merupakan faktor yang ada di pihak Tuhan, hak preogratif Tuhan (kedaulatan). Tuhan berhak memberikan kepada siapa saja sesuai dengan kehendak-Nya, ada yang mendapat 3, ada yang mendapat 10 atau 23. Semuanya terserah Tuhan. Itulah sebabnya kita tidak bisa mengeluh tetapi hanya mengucap syukur. Kita hanya bisa memohon belas kasihan dan kasih karunia yang lebih besar.

2. Iman artinya Percaya.

Percaya akan kebaikan Tuhan, percaya akan pemeliharaan Tuhan. Orang yang berpikir positif, maka hidupnya akan positif/sukses. Firman Tuhan berkata bahwa “jadilah kepadamu menurut imanmu”. Kalau kita berkata “susah”, “sulit”, maka keadaan akan benar-benar “susah dan sulit”.

Tuhan ingin memberkati kita lebih daripada yang kita inginkan. Tuhan menghendaki kita sukses lebih daripada yang dapat kita pikirkan. Sebab itu, jangan pernah memikirkan hal-hal yang buruk, sebab hal ini akan membuat kita meragukan kebaikan Tuhan. Keraguan dan ketakutan ini lahir dari hati yang tidak percaya.

Sebaliknya, pikirkanlah bahwa Tuhan itu baik dan merancangkan masa depan yang penuh harapan bagi kita, maka kita akan memperoleh berkat dan kesuksesan. Kalau kita sudah mempercayai pemeliharaan Tuhan, maka itu adalah awalnya Tuhan akan menambah kemurahan-Nya bagi kita.

Berkat kita tergantung dari harapan dan iman kita. Kalau kita percaya bahwa berkat Tuhan itu berlimpah, maka kita akan mendapatkan kelimpahan juga. Kalau kita percaya bahwa bisnis kita akan berlipat ganda, maka pelipatgandaan akan terjadi! God’s favor ini akan melampaui batasan-batasan yang dibuat oleh pikiran dan keadaan kita.
Iman nyata dalam perbuatan artinya, bahwa apa yang kita percayai itu harus kita wujudkan di dalam tindakan. Ini bukan dalam rangka untuk mendapatkan God’s Favor ini.

Lihat Ibrani 11 : 8, “Karena iman Abraham taat”. Antara iman dan perbuatan ada hubungannya (Yakobus 2 : 26). Misalnya kalau kita percaya bahwa: “siapa yang menabur dia akan menuai”, maka kita harus taat agar kita menua, seperti Ishak (Kejadian 26 : 12). Jangan berharap kita menuai berkat kalau kita tidak pernah menabur (baca 2 Korintus 9 : 6). Sebaliknya orang pelit adalah orang yang tidak percaya akan firman ini, itulah sebabnya orang pelit tidak akan mendapatkan kemurahan dan berkat Tuhan.

__._,_.___

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s