MEMILIKI PONDASI YANG KUAT

MEMILIKI PONDASI YANG KUAT
Oleh : Ev. Lily Sulistyo

Lukas 5 : 1 – 11, “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.

Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. “Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak…..”.

Pada waktu kesusahan itu datang, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak mudah digoncangkan?
Kita harus memiliki pondasi yang kuat. Caranya adalah:

1. Haus dan lapar akan firman Tuhan.

Kita harus memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran firman Tuhan, harus mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan di dalam hidup kita.
Lukas 5 : 1, “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah”.

Bandingkan Amos 8 : 11 – 12, “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya”.

2. Mempunyai sikap mau diajar dan berubah.

Lukas 5 : 3, “Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu”.
Kita harus mau berubah. Untuk itu, terlebih dahulu kita harus menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita, menjadikan DIA sebagai pusat kehidupan kita.

Agar hidup kita berubah, maka kita harus mengijinkan Tuhan Yesus “menaiki perahu kehidupan” kita.
Kemudian, “Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu”. Artinya kita harus mau menjadikan Tuhan Yesus memakai kehidupan kita. Kita harus mengerti bahwa hidup kita harus dibangun di atas prinsip firman Tuhan.

3. Belajar untuk melangkah dalam iman.

Lukas 5 : 5, “Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Tidak cukup hanya mendengarkan firman Tuhan, tetapi kita harus melangkah di dalam iman. Petrus adalah seorang nelayan yang berpengalaman, sedangkan Yesus adalah anak tukang kayu. Secara pengalaman dan keterampilan, Petrus boleh saja menolak perkataan Yesus, si tukang kayu itu, tetapi yang luarbiasa, Petrus taat kepada perkataan Si Tukang Kayu (Yesus) itu .

Lukas 5 : 4, “Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. “Bertolaklah” artinya: kita harus bangkit, harus bangun dari kematian rohani kita. Jangan biarkan kita hidup di dalam tekanan dan kelemahan.
Kemudian, kita harus mau “menebarkan jala” kita, jangan hanya cukup “bermain air” saja, tetapi harus berani bertindak lebih. Jangan pernah lagi “hidup bermain-main” dan puas dengan keadaan yang nyaman, tetapi kita harus berani melangkah dan berbuat lebih, mencapai hal-hal yang lebih tinggi.

Selanjutnya adalah kita harus mau taat, seperti sikap dan respon yang ditunjukkan Petrus itu. Pada waktu Petrus taat melakukan perkataan Yesus, si tukang kayu itu, barulah Petrus mendapatkan ikan yang berlimpah-limpah, Petrus mengalami mujizat “dari yang tidak ada menjadi ada” (Lukas 5 : 6).

Kalau kita mau membangun pondasi yang kuat dengan ketiga cara di atas itu, maka kita akan mendapatkan kemurahan Tuhan. Ketika pondasi hidup kita sudah kuat, maka kita akan sanggup menghadapi tantangan dan kesulitan yang datang hari-hari ini, dan keluar sebagai pemenang. Amin.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s