Stop bersungut-sungut

“Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.” 1 Korintus 10:10

Bersungut-sungut adalah kebiasaan buruk yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh kita.
Bersungut-sungut berarti menunjukkan rasa ketidakpuasan dan tidak ada ucapan syukur.
Hampir setiap hari kita sering melihat keadaan atau situasi yang dapat menyebabkan seseorang bersungut-sungut.
Kita bersungut-sungut kepada Tuhan karena doa yang belum terjawab atau berkat yang kita terima tetap saja pas-pasan menurut ukuran kita.
Di dalam keluarga, isteri bersungut-sungut terhadap suami karena uang belanja yang dirasa masih kurang; suami juga bersungut-sungut karena isteri cerewet; sebagai karyawan, kita bersungut-sungut karena kurang adanya penghargaan dari atasan; di gereja kita bersungut-sungut karena pemimpin rohani yang mengecewakan, dsb.

Ketahuilah bahwa sebagian besar bangsa Israel gagal mencapai Tanah Perjanjian dan binasa di padang gurun.
Salah satu penyebabnya adalah karena bersungut-sungut. Tertulis, “…bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka,…” (Bilangan 11:1).
Bangsa Israel selalu membanding-bandingkan keadaan pada waktu mereka masih berada di Mesir.
Keluh mereka, “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!” (Keluaran 16:3).
Mereka bersungut-sungut perihal berkat atau makanan jasmani.
Padahal selama perjalanan di padang gurun, tanpa bekerja pun, Tuhan senatiasa mencukupi kebutuhan mereka.
Tuhan memberikan roti dari sorga yaitu manna dan mereka “…makan manna empat puluh tahun lamanya,…” (Keluaran 16:35).
Tidak hanya itu, Tuhan juga mengirimkan burung puyuh kepada mereka, namun “Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka Tuhan terhadap bangsa itu dan Tuhan memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.” (Bilangan 11:33).
Tuhan sampai geram melihat kerakusan mereka.

Kita pun tidak jauh beda dengan bangsa Israel, selalu merasa kurang dan tidak pernah cukup.
Lain halnya dengan rasul Paulus yang selalu mensyukuri apa yang ia terima dari Tuhan, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius 6:8).

Tidak ingin seperti bangsa Israel? Berhentilah bersungut-sungut!

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s