MENGELUH: Penghalang menikmati janji Tuhan

Baca: Bilanqan 14:1-10

“Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Baiklah kita rnengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.’ “ Bilangan 14:4
Banyak orang Kristen yang hidupnya ‘setali tiga uang’ dengan bangsa Israel dahulu; tiada hari tanpa mengeluh, bersungut-sungut dan selalu menyalahkan Tuhan atas kesusahan yang dialami. Lebih berbahaya lagi kita langsung mengumpat dan melontarkan kata kata ketidakpuasan kepada Tuhan dan juga kepada orang lain.
Bangsa Israel pun demikian: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan istri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” (ayat 2-3). Mereka selalu memberontak kepada Tuhan bila menghadapi kesulitan dan tantangan dalam perjalanannya menuju tanah Kanaan. Mereka menuntut Tuhan melakukan apa yang mereka pandang baik. Tidak ada perkataan positif dari mulutnya.
Alkitab menyatakan, “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” (Amsal 21:23)
Sebaliknya, seseorang yang tidak bisa ‘menguasai’ mulut dan lidahnya, yang suka menggemakan perkataan negatif/kotor/sia-sia, akan memakan buahnya (baca Amsal 18:21).
Karena keluh kesah dan persungutan yang terus diucapkan, bangsa Israel harus menanggung akibatnya. Tuhan berkata, “Semua orang yang telah melihat kemuliaanKu dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suaraKu, pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.” (Bilangan 14:22-23).
Meskipun demikian, Tuhan panjang sabar dan penuh kasih setia, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran mereka, tetapi sekali kali tidak akan membebaskan orang bersalah dari hukuman. Akhirnya, banyak dari bangsa Israel mati di padang gurun, tetapi yang tetap mengikut Tuhan dengan sepenuh hati menikmati janji Tuhan yaitu masuk ke Kanaan. Ini adalah pelajaran bagi kita. Belajarlah untuk tetap bersyukur kepada Tuhan sekalipun terkadang kita seperti berada di padang gurun.

Percayalah Tuhan selalu menyertai kita, karena semuanya demi kebaikan kita!

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s