HATIKU PERCAYA

Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya (Daniel 6:24)

Lagu Hatiku Percaya yang dinyanyikan Edward Chen, memang berlirik singkat, tetapi sangat berkesan bagi saya: Saat ku tak melihat jalan-Mu/Saat ku tak mengerti rencana-Mu/Namun tetap kupegang janji- Mu/Pengharapanku hanya pada-Mu/Hatiku percaya/Hatiku percaya/Hatiku percaya/S’lalu kupercaya. Lagu ini berkonteks pada kondisi tak menyenangkan dalam hidup, di mana sepertinya tidak ada pertolongan Tuhan sama sekali.

Seperti situasi Daniel. Ketika dengan kedengkian, para lawan mendakwa Daniel melanggar larangan raja, nyawanya seketika terancam. Saya menduga-duga isi pikirannya saat itu. Mestinya wajar jika ia berharap raja menolongnya. Raja menyukai Daniel karena
kepandaiannya, dan berharap banyak terhadapnya (ayat 4). Raja sayang kepadanya (ayat 15, 19-21). Namun, undang-undang mengikat raja, sehingga tak dapat membatalkan hukuman itu (ayat 16-18). Wajar juga jika Daniel mengharap mukjizat, agar ia terhindar dari hukuman. Sayang, tak juga ada pertolongan atau pembelaan dari siapa pun. Daniel harus masuk ke liang singa lapar. Namun, Daniel tetap percaya. Saat larangan berdoa pada pihak selain raja diumumkan, Daniel justru kembali berdoa (ayat 11). Ketika raja menyerah tak dapat menolong, ia patuh melangkah ke lubang hukuman. Ia tak henti percaya. Dan itu membuat Daniel memperoleh hidupnya lagi (ayat 24)!

Jika suatu kondisi tak menyenangkan harus kita alami, tak perlu mengharap pertolongan manusia. Justru dalam kondisi tak-seorang pun- dapat-menolong, Yesus sangat layak kita percayai. Walau bukan untuk membuat mukjizat yang seketika melepas kita dari kesesakan. Mintalah
kekuatan dan kesabaran menjalaninya. Seperti Daniel KETIKA KONDISI BENAR-BENAR MEMBUAT ANDA TERJEPIT HANYA YESUS YANG MASIH MAMPU MENDENGAR ANDA MENJERIT

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s