KUNCI PENYERTAAN TUHAN

KUNCI PENYERTAAN TUHAN
Oleh : Pdt. Johan Lumoindong

Matius 28:20, “..Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Perkataan ini merupakan perkataan terkhir dari Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Sorga. Bisanya, kita cenderung selalu mau mendengarkan pesan/amanat terakhir dari orang-orang yang kita kasihi yang hendak pergi meninggalkan kita (= meninggal dunia). Karena biasanya perkataan itu begitu berarti bagi orang yang ditinggalkannya. Karena itu lebih dari pada itu, perkataan Tuhan Yesus ini sangat berarti bagi orang percaya karena mengandung janji yang luar biasa. Meskipun Yesus telah naik ke sorga dan meninggalkan kita dibumi, Ia berjanji akan senantiasa menyertai kita melalui Roh-Nya sampai kepada akhir zaman.Kalau penyertaan Tuhan ada dalam hidup kita, kita tidak akan pernah mengalami jalan buntu dalam segala hal.

Apa yang harus kita perhatikan supaya kita senantiasa di sertai Tuhan?

1. Bagaimana kita harus hidup.

Petrus adalah murid yang menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan hendak disalibkan. Begitu juga Thomas yang tidak percaya kebangkitan Tuhan Yesus sebelum Ia melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri dan mencucukkan jarinya kelobang bekas paku ditangan-Nya. Murid-murid yang lain pun pernah melakukan berbagai kasalahan ketika Yesus sudah tiada. Tetapi meskipun demikian pada saat Tuhan sudah bangkit dan naik ke sorga Ia tetap mau menyertai dan memberkati murid-muridnya dan bahkan memberikan kuasa bagi mereka melakukan perkara-perkara yang besar. Hal ini terjadi karena murid-murid selalu hidup bersatu dalam persekutuan dengan murid-murid yang lain. Kalau kita ingin diberkati Tuhan, maka kita harus bersatu dan berdamai dengan diri sendiri, dengan isteri, dengan saudara seiman, dengan teman-teman kita, dsb. Jika kita melakukan hal ini, kita pasti akan mengalami penyertaan-Nya. Tuhan pasti hadir dan memberkati setiap langkah hidup kita.

1. Percaya Penuh dan jangan pernah ragu-ragu.

Matius 28:16-17, “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu”.
Kalau kita memiliki sikap yang ragu-ragu terhadap seseorang, itu menandakan bahwa kita kurang dekat dan mengenalnya. Demikian juga dengan sikap kita kepada Tuhan, kalau kita memiliki sikap ragu-ragu kepada Tuhan, itu menandakan bahwa sebenarnya kita belum mengenal dan memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Maka jangan pernah berharap segala yang kita lakukan berhasil. Namun jika sebaliknya kita memiliki sikap percaya kepada-Nya, penyertaan-Nya bagi kita mendatangkan mujizat dan hal besar bagi kita. setiap kita akan memiliki kuasa dalam segala hal yang kita lakukan.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s