HAL KETAATAN

“Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 26:2.

Tahun 1998 krisis ekonomi melanda negeri kita dan berdampak buruk di segala kehidupan.
Rakyat kecil menjerit menahan penderitaan.
Semua orang diserang rasa takut dan kuatir, tak terkecuali anak-anak Tuhan yang juga tak luput dari dampak krisis itu.
Bila arah pandang kita terpaku pada keadaan atau krisis yang terjadi, secara manusia kita menjadi tawar hati.

Sebaliknya bila kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan dan berserah penuh kepadaNya, kita tidak akan dibiarkan tergeletak karena Dia sanggup menopang kita. Tuhan adalah pengendali seluruh keadaan, tidak ada keadaan yang tak dapat diubahkanNya. “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan?” (Kejadian 18:14a)
Ishak pun mengalami keadaan yang sangat menyesakkan.
Krisis hebat disertai bencana kelaparan melanda negerinya: “Maka timbullah kelaparan di negeri itu. – Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi pada zaman Abraham…” (Kejadian 26:1).
Kondisi ini memaksa Ishak untuk segera pergi meninggalkan negerinya dan mencari tempat baru agar ia dan keluarganya dapat bertahan hidup. Ini menunjukkan bahwa perjalanan hidup orang percaya tidak selalu mulus tanpa masalah.
Adakalanya Tuhan ijinkan krisis terjadi dalam kehidupan orang percaya bukan tanpa maksud, selalu ada rencanaNya di balik itu karena “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,…” (Pengkotbah 3:11).
Di tengah kesulitan yang luar biasa Ishak tetap tampil sebagai pemenang; krisis diubah Tuhan menjadi berkat.

Apa yang dilakukan Ishak sehinggga ia mengalami kelimpahan meski di tengah kelaparan hebat?
Ishak taat pada firman Tuhan.
Ketaatan adalah kunci utama mengalami berkat-berkatnya. Tuhan berkata, “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” (Kejadian 26:2-3). Ishak pun taat, tidak berangkat ke Mesir, tapi “…tinggallah Ishak di Gerar.” (Kejadian 26:6).

Ishak tunduk kepada kehendak Tuhan! Bagaimana dengan kita?

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s