Kasih yang berbeda

… dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat (2 Timotius 2:25)

Suatu kali saya mendengar seorang anak perempuan berkata kepada ibunya demikian, “Bu, kok guru Sekolah Minggu tuh beda dengan guru di sekolah, ya?” Ketika sang ibu memintanya memperjelas maksudnya, ia berkata, “Kalau ada anak bandel di sekolah, pasti akan dimarahi. Tapi kalau di Sekolah Minggu, kok anak bandel justru dipeluk?”
Saya jadi tercenung. Tentu saja tidak semua guru sekolah bersikap begitu. Namun, pengalaman anak tersebut bisa menggambarkan bahwa sikap “berbeda” dari guru Sekolah Minggu itu membuatnya tak takut atau malas beribadah. Sebab apa pun keadaannya, ia tahu guru-guru punya kasih yang cukup besar untuk menerimanya. Kasih Tuhan bagi manusia juga “berbeda”. Tak biasa, bahkan tak masuk akal. Bagaimana tidak? Manusia yang gagal menjalankan hukum-Nya, malah dijangkau dan dipeluk-Nya. Manusia yang sudah tidak diterima manusia lain, yang sudah dijauhi dan dikucilkan masyarakatnya, seperti Zakheus (Lukas 19:1-10) dan wanita Samaria (Yohanes 4:4-19), malah dihampiri Tuhan. Dan, kasih-Nya yang besar itu, menyelamatkan jiwa mereka. Kasih Tuhan yang berbeda inilah yang mesti diteruskan anak-anak Tuhan kepada orang-orang yang menjalani hidup dengan “nakal, bandel”, agar mereka selamat. Anak Tuhan perlu menunjukkan kasih yang berbeda, lebih dari yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Yakni dengan bersikap lemah lembut, dengan berbelas kasihan pada jiwa mereka, yang perlu diselamatkan (2 Timotius 2:25). Bahkan orang yang sudah tidak diterima di mana pun, harus dapat diterima oleh anak-anak Tuhan, dengan kekuatan kasih Allah. Kasih itu dapat memenangkan jiwa mereka.

HATI SESEORANG BISA TERBUKA MENDENGAR INJIL DENGAN RELA KETIKA KASIH MENJADI KUNCI PEMBUKANYA

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s