SAAT MENUAI TAK SAMA

Baca: Galatia 6:1-10

“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Galatia 6:7b

Banyak orang yang melakukan kejahatan dan ketidakadilan sama sekali tak memikirkan akibatnya di kemudian hari. Mereka tak mengerti bahwa apa pun yang ditabur itulah yang akan dituainya. Tapi saat menuai bagi setiap orang itu berbeda waktunya. Sama halnya bila kita menabur benih padi atau jagung, bertumbuhnya dan waktu memanennya pasti berbeda waktunya, meski benih itu kita tabur dalam waktu bersamaan. Seseorang yang menabur kejahatan atau berlaku keji terhadap orang lain mungkin belum mengalami perubahan apa-apa dalam hidupnya untuk sekian lama. Mereka masih dapat menikmati hidup dengan santai, tetapi mungkin setelah menginjak masa tua, tanpa disadarinya, semua perbuatanya yang ditaburnya itu ia tuai. Mereka panen, tapi panen hal-hal buruk yang sama sekali tak diharapkan terjadi. Mungkin sakit-penyakit mulai menggerogoti atau juga ekonomi mulai goncang. Mungkin juga apa yang didambakan dari anak-anaknya sebagai harapannya di masa tua tak terwujud.

Alkitab menyatakan, “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (ayat 8). Sebab itu memperhatikan hal ini: “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (ayat 9). Mungkin kita merasa jemu berbuat baik, karena sepertinya perbuatan baik kita itu tidak menampakkan hasilnya apa-apa bagi kita. Tapi jangan lupa, saat menuai itu belum tentu sekarang, mungkin 5 atau 10 tahun kemudian, mugkin juga anak cucu kita yang akan menuainya. Yang dituai itu pastilah hal-hal yang baik sesuai dengan apa yang kita tabur. Coba bayangkan! Jika orangtua menabur kejahatan dan yang menuai bukan dirinya sendiri, melainkan anak cucunya, kasihan sekali anak cucunya, bukan?

Alkitab menegaskan bahwa perbuatan orang benar akan juga berlaku sampai ke anak-cucunya; demikian juga perbuatan jahat, tuaiannya juga berlaku sampai ke anak cucu. Inilah pengalaman Daud: “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, anak cucunya meminta-minta roti;” (Mazmur 37:25).

Karena itu, selama masih ada kesempatan, marilah kita menabur kebaikan; pada saatnya kita pasti akan menuai! Amin.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s