KUASA PERTANYAAN

Oleh : Pdt. Rubin Ong

Ayat bacaan: 2 Samuel:5:17-24

Seringkali kita terlalu banyak meminta kepada Tuhan tetapi seringkalipula kita lupa untuk bertanya kepada-Nya. Level orang yang sering bertanya kepada Tuhan pasti memiliki level kerohanian yang berbeda sebab orang yang demikian selalu ingin mengetahui segala sesuatu dengan benar.

Seseorang yang senang bertanya dengan tulus merupakan seseorang yang perduli kepada orang lain yang ditanya. Sama seperti anak yang bertanya kepada orang tuanya “Apakah ada yang bisa saya bantu?” pertayaan ini pasti menyenangkan hati orang tua kita. Demikian halnya jika kita sering bertanya kepada Tuhan. Kita harus mengetahui bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang senang jika umat-Nya selalu datang dan mau bertanya kepada-Nya.

Jawaban dari doa yang kita inginkan sebenarnya ada ditangan Tuhan (sorga), sebab IA mengetahui apa yang kita butuhkan lebih dari apa yang kita tahu. Karena itu mintalah sesuatu yang luar bisa sebab Tuhan berkuasa memberikannya kepada kita yang mau datang dan rindu bertanya kepada-Nya. Bila iman kita digabungkan dengan imajinasi dan kita senantiasa selalu berada dalam roh yang kuat, maka akan menghasilkan sesuatu hal yang luarbiasa.

Mengapa kita perlu bertanya kepada Tuhan?

1. Karena pertanyaan kita mewakili kerinduan hati kita.
Tuhan sangat merindukan apabila umat-Nya mau datang dan bertanya kepada-Nya. Tuhan ingin melakukan sesuatu yang luar biasa bagi umat-Nya tetapi Tuhan tidak mau melakukannya sendiri tanpa rekan kerja (diri kita). Seorang yang memiliki kerinduan adalah seorang yang lapar dan haus akan sesuatu. Kepuasan kita akan terpenuhi jika kelaparan dan kehausan kita terpenuhi (Matius 5:6).

Abraham mengajukan pertanyaan kepada Tuhan berkenaan dengan penghukuman Sodom dan Gomora (Kejadian18: 23-32). Abraham memiliki mentalitas yang luar biasa, ia bukan seorang yang tidak mau perduli kepada sesamanya karena itulah Abraham datang kepada Tuhan dan bertanya jawab dengan Tuhan tentang penghukuman yang akan dijatuhkan kepada Sodom dan Gomora. Melalui hal itu Abraham dapat mengetahui isi hati dan rencana Tuhan.

2. Tanda bahwa kita tidak mengandalkan diri sendiri.
Dalam ayat bacaan diatas menceritakan tentang raja Daud seorang yang dipilih dan diurapi Tuhan. Bila seseorang diurapi Tuhan, orang tersebut pasti akan banyak mengalami serangan musuh. Hal ini dialami oleh raja Daud dalam hidupnya, sehingga orang Filistin berusaha untuk menangkap dan membunuh Daud. Namun meskipun Daud seorang pahlawan yang sejati dan memiliki pengalaman yang banyak dalam mengatasi bahaya, ia tetap tidak mau mengandalkan kekuatan dan pengalamannya (pengetahuannya) sendiri. Alkitab mencatat bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” TUHAN menjawab Daud: “Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”(2 Samuel 5:19).

Raja Daud hidup dalam pemerintahan yang sifatnya “monarki” artinya raja berdaulat atas segala sesuatu. Tetapi dalam hal ini meskipun Daud hidup dalam jaman “monarki”, ia tetap menjalankan system “teokarasi” (artinya Tuhan yang berdaulat).

“Mari membiasakan diri untuk datang dan bertanya kepada Tuhan supaya kita mengetahui kebenaran yang sempurna yang akan mengerjakan sesuatu yang luarbiasa dalam hidup kita.”

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s