PERKARA YANG DIBENCI TUHAN

“Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:” Amsal 6:16

Teguran Tuhan atas kita hari ini sangat keras! Penulis Amsal dengan jelas menyampaikan beberapa perkara yang menjadi kekejian di mata Tuhan dengan tujuan agar kita sebagai orang percaya senantiasa berhati-hati dan semakin memperhatikan bagaimana seharusnya kita hidup karena “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat “ (1 Petrus 4:7a) Tuhan sangat benci segala jenis kejahatan dan semua perkara yang cemar. “Karenanya jauhkanlah dirimu dan segala jenis kejahatan” (1 Tesalonika 5:22), karena Ia adalah kudus dan “…tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14).

Adapun perkara perkara itu adalah.

1. Mata sombong, ini mengacu kepada sifat superioritas, merasa lebih tinggi dari orang lain dan cenderung memandang rendah orang, ini sangat dicela Tuhan. Contohnya adalah orang Farisi dan Saduki di mana mereka suka meninggikan diri dan memandang rendah orang berdosa. ini terlihat dari cara mereka berdoa demikian: “…aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” (Lukas 18:11-12). Alkitab berkata, “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;” (Yesaya 2:11a) dan dengan tegas Tuhan berkata, “…aku benci kepada kesombongan, kecongkakan,” (Amsal 8:13). Sebagai orang Kristen kita harus selalu meneladani Tuhan Yesus, yang “…dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8). Ingat, kita ini hanyalah debu belaka dan tidak lebih dari pada embusan nafas.

2. Lidah Dusta. Sifat lain yang sangat dibenci Tuhan adalah dusta. Orang yang suka berdusta mengan enteng kebenaran. Orang berkata, “Ah cuma bohong sedikit aja, tidak apa-apa!” Bukankah kita sering melakukan hal serupa? Kita berbohong terhadap orang tua, istri/suami, tidak jujur kepada pimpinan atau kepada hamba Tuhan. Sekali kita menganggap kebenaran dapat dikompromikan, kita akan cenderung mengulang kebohongan demi kebohongan dan akhirnya kita semakin jatuh ke dalam lubang dusta yang semakin besar.

“Jauhkanlah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;” Mazmur 37:27

Alkitab kembali menegaskan, “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan,” (Amsal 12:22a), tetapi “Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya,” (Amsal 12:19a). Karenanya “…buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain,” (Efesus 4:25).

3. Tangan yang menumpahkan darah orang lain yang tidak bersalah. Prinsip yang terkandung di dalamnya jauh lebih dari sekedar menumpahkan darah (membunuh) secara fisik, namun segala sesuatu yang dilakukan untuk menghancurkan orang yang tidak bersalah, baik lewat ucapan atau tindakan: memperdaya dan berlaku jahat terhadap orang yang lemah, sikap semena-mena yang ditunjukkan orang kaya terhadap si miskin, juragan yang dengan kejam menganiaya buruhnya dan masih banyak lagi. Bukankah hal ini masih sering terjadi di sekitar kita?

Perkara berikutnya:

4. Hati yang jahat dan kaki yang lari menuju kejahatan. Hati yang dipenuhi rencana jahat harus kita buang! “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat,” (Matius 15:19). Hati Saul penuh kebencian terhadap Daud, sehingga ia selalu merancang hal-hal jahat terhadap Daud. Apakah hati kita masih menyimpan kebencian terhadap orang lain seperti Saul dan berniat balas dendam? Dunia saat ini dipenuhi segala macam kejahatan yang kian merajalela. Berita pembunuhan, perampokan, perkosaan atau pornografi menjadi menu langganan televisi dan koran setiap hari. Tuhan mengingatkan agar kita lari menjauh dari kejahatan, serta jangan sampai terlibat di dalamnya. Jadi, “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.” (1 Petrus 4:15).

5. Bersaksi dusta dan suka menimbulkan pertengkaran. Peringatan ini lebih ditujukan pada bentuk, kebohongan yang lebih spesifik yaitu suka memfitnah, omong besar dan ‘bocor mulut’, atau suka menghasut sehingga menimbulkan permusuhan antar teman. Mari kita gunakan bibir/lidah hanya untuk memuliakan nama Tuhan, menyaksikan kebesaran-Nya, memberitakan Injil kepada setiap orang yang kita jumpai! Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.

“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Galatia 6:7.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s