KEBENCIAN SAUL TERHADAP DAUD

“dan perempuan yang menari-nari itu bernyanyi berbalas-balasan, katanya: ‘Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.’” 1 Samuel 18:7

Ingat Saul, pasti ingat pula Daud! Alkitab menceritakan ada konflik yang berkepanjangan terjadi antara Saul dan Daud.
Kebencian yang mendalam dalam diri Saul terhadap Daud membuatnya selalu merancang hal-hal yang jahat.
Berbagai upaya dilakukan Saul untuk menghabisi Daud, tetapi rencananya selalu gagal.
Saat menjadi raja, Saul diperintahkan oleh Tuhan untuk menumpas bangsa Amalek dan seluruh kepunyaan mereka.
Namun Saul tidak melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. “Tetapi Saul dan rakyatnya itu menyelamatkan Agag dan kambing dombanya dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu.
Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.” (1 Samuel 15:9).
Bukan itu saja pelanggaran Saul, dia juga pernah berlaku lancang dengan mengambil alih tugas Samuel sebagai imam dalam mempersembahkan
korban bakaran kepada Tuhan.
Tindakan itu benar-benar bodoh, dan karena ketidaktaatannya Tuhan menolak Saul sebagai raja atas Israel seperti tertulis, “Dan Tuhan menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.” (1 Samuel 15:35b).

Tuhan mempersiapkan Daud sebagai pengganti Saul.
Sejak Samuel mengurapi Daud, Roh Tuhan selalu menyertai dia sehingga apa saja yang dibuat oleh Daud selalu berhasil.
Salah satu keberhasilan Daud adalah saat ia mampu membunuh Goliat dalam sebuah pertempuran dengan orang Filistin, sedangkan waktu itu Saul masih menjabat sebagai raja. Karena keberhasilannya, seluruh rakyat Israel mengelu-elukan daud dengan berkata: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.’’
Rakyat memberikan pujian kepada Daud karena dianggap sebagai seorang pahlawan melebihi raja Saul dan para pegawainya.
Mendengar pujian rakyat yang ditujukan kepada Daud, hati Saul menjadi gelisah dan itulah awal terjadinya konflik di antara keduanya.
Saul sangat marah dan iri hati terhadap keberhasilan Daud sehingga akhirnya ia membenci Daud selama hidupnya.

Kebencian tidak hanya berdampak buruk bagi orang lain, namun juga diri sendiri:
Kehilangan damai sejahtera dan diperalat kuasa jahat.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s