3 KUNCI MENERIMA MULTIPLIKASI DAN PROMOSI

Oleh : Pdm. Budi Cahyadi

Yesaya 43:19-21, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”

Tuhan ingin memakai umat-Nya untuk memberitakan kemasyhuran Tuhan, artinya; Ia ingin memakai kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan luar biasa yang tidak pernah ada sebelumnya, bahkan hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Namun terlebih dahulu kita harus menyiapkan diri untuk bisa mengalami berkat multiplikasi dan promosi. Maka yang harus kita lakukan adalah; “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala (Yesaya 43:18)”
Memang tidaklah mudah melepaskan sesuatu yang lama, karena kita sudah terbiasa dengannya, tetapi seringkali hal-hal yang lama/kebiasaan lama itu membuat kita sulit untuk menerima sesuatu hal yang baru.
Ingatlah Tuhan sedang melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita, karena itu tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang lama.

Burung rajawali menggocangkan sarang dimana anak-anak rajawali yang sedang bertumbuh menuju dewasa berada.
Hal ini dilakukan induknya supaya anak rajawali terjatuh dari sarang dan tahu bahwa ada gaya gravitasi bumi, sehingga anak-anak rajawali mau mengepakkan sayapnya dan terbang.
Tuhan juga seringkali menggoncangkan sarang/ tempat kita berada agar kita tidak selalu berada dalam zona nyaman.
Namun hal ini Tuhan lakukan supaya kita siap mengalami hal-hal yang baru di tahun multiplikasi dan promosi ini. Sama seperti anak burung rajawali yang diinginkan induknya untuk bisa terbang, kitapun Tuhan inginkan untuk mau terbang bersama Dia mengalami hal-hal yang baru.

Tiga hal yang harus kita lakukan supaya multiplikasi dan promosi terjadi dalam hidup kita:

1. Belajar percaya.
Kebiasaan jelek kita kalau ada masalah selalu datang ke pendata minta supaya didoakan.
Mari bertumbuh dan tinggalkan kebiasaan itu sebab Tuhan tidak membeda-bedakan kuasa-Nya atas setiap orang.
Asalkan kita yakin dan percaya dengan iman kita memiliki kuasa untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah kita.
Yesaya 40:31, “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Guncangan-guncangan akan semakin terjadi dalam hidup ini, karena itu yang penting kita lakukan adalah menyandarkan hidup kepada Tuhan. Kitab Yohanes mencatat bahwa orang yang menderita kelumpuhan selama 38 tahun sedang duduk menunggu guncangan air di kolam Bethesda yang berada depan pintu gerbang Domba (=Kemurahan Tuhan).
Ia sudah selama itu juga menunggu di sana dan ketika Yesus datang, orang yang tadinya lumpuh itu mengalami kesembuhan, namun hal ini baru terjadi ketika orang lumpuh tersebut mau mengangkat kasurnya dan berjalan meninggalkan tempat itu sesuai perintah Yesus (Yohanes 5:5-9). Kita juga harus berani meninggalkan tempat lama kita untuk menerima sesuatu yang baru dan besar dari Tuhan.

2. Memiliki paradigma yang diubahkan.
Amsal 23:7a, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”
Sebagaimana kita memandang diri kita di hadapan Tuhan seperti itulah juga diri kita sekarang ini. Kedua belas pengintai-pengintai disuruh Musa untuk mengintai musuh-musuhnya dan beberapa orang diantaranya pulang dengan rasa takut karena melihat betapa kuatnya musuh-musuhnya, sedangkan Kaleb berkata lain katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya” (Bilangan 13: 30). Begitu juga ketika Saul melihat Goliat yang besar dan ia merasa gentar dan takut, tetapi Daud memiliki sudut pandang yang lain yaitu bukan melihat Goliat sebagai seorang yang besar dan menakutkan tetapi Daud melihat hal itu sebagai kesempatan baginya untuk mengalami hal-hal yang baru dari Tuhan.

3. Belajar untuk mengakar kebawah
Sama seperti pohon yang memiliki akar yang kuat dan dalam akan sulit ditumbangkan oleh badai/angin.
Kitapun umat percaya kalau akar kita kuat dan dalam, maka kita akan sulit untuk tergoncangkan.
Milikilah akar yang kuat dan dalam dengan banyak belajar dan melakukan firman.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s