IMAN ADALAH DASAR PENGHARAPAN

oleh : Ev. Diana Nasution

Masalah tidak akan pernah bisa lepas dari hidup kita, dan seringkali masalah ini merupakan alat iblis untuk menjatuhkan dan melemahkan orang percaya. Namun jika kita memiliki iman yang teguh, masalah itu tidak akan pernah menjadi sesuatu yang menghancurkan kita.

Iman adalah mempercayai segala sesuatu sebelum kita melihatnya. Tindakan aplikatifnya adalah ketika kita mengalami sakit-penyakit kita harus memperkatakan firman dan percaya bahwa kita sudah sembuh, juga ketika kita meminta sesuatu kepada Tuhan kita harus percaya bahwa kita sudah memilikinya. Hal yang ini juga dilakukan oleh tokoh-tokoh besar dalam Perjanjian Lama seperti Habel, Henok, Nuh, Abraham, Musa, dll (Ibrani 11: 1-40)

Orang percaya dibenarkan oleh Iman karena itu iman harus bekerja sama dengan perbuatan. Dalam kitab Yakobus dikatakan bahwa; “Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna”(Yakobus 2:22).
Paulus juga berkata dalam surat Roma 10:17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus“. Itulah sebabnya sebagai orang percaya kata-kata dan perbuatan kita haruslah sesuai dengan firman Tuhan.

Masalah-masalah yang datang kepada kita seringkali juga sebagai bentuk dari proses Allah untuk memurnikan iman, karena itu meskipun orang lain memperkatakan yang tidak baik terhadap kita dan berusaha melemahkan iman kita, jangan pernah terpengaruh.

Paulus meskipun sering mengalami goncangan dan berkekurangan dalam pelayanannya tetapi Ia memiliki iman yang tegar. Ia berkata dalam Filipi 4:19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Iman yang benar tidak boleh didasarkan atas kehendak diri sendiri tetapi iman kita kepada Tuhan harus seturut kehendak Bapa. Artinya kita harus mengimani sesuatu yang bukan bertujuan untuk memegahkan diri kita tetapi untuk kemulian Tuhan.

Semua tokoh Alkitab pasti mengalami ujian iman dari Tuhan seperti Elia imannya pernah goyah karena di kejar-kejar oleh Ratu Izabel berkenaan dengan pembantaian nabi-nabi palsu, Petrus juga goyah ketika orang Yahudi menuduh dia sebagi pengikut Yesus ketika Yesus sudah ditangkap dan disalibkan. Bahkan tokoh sekelas Abraham-pun mengalami ujian iman ketika janji Tuhan mengenai keturunan tidak segera juga ditepati dan ia menatikan itu selama 25 tahun. Sekalipun tidak ada dasar untuk percaya (Sara telah tua dan mati pucuk), tetapi Abraham tetap berharap kepada Tuhan.

Demikian halnya dengan kita, iman yang kita percayai-pun kadang bertolak belakang dengan fakta-fakta yang kita hadapi, mungkin kita sudah beriman kepada Tuhan tetapi nyatanya kita masih dalam keadaan sakit. Apa yang menjadi reaksi kita sebagi orang percaya? Masih percayakah kita kepada iman akan Yesus atau fakta yang kita alami saat ini.
Keputusan ada ditangan kita, tetapi pililah untuk tetap beriman sekalipun fakta-fakat belum seperti yang kita harapkan.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s