BOOMING !!

BOOMING!!
Oleh : Pdt. Samuel Duddy

Lukas 5 : 1 – 11, “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya……” (PB hal. 74)

Bagaimana Petrus dapat mengalami booming!: terobosan dan mujizat di dalam hidupnya adalah:

1. Jangan meremehkan hal-hal yang kecil
Ayat 1, 2: “…. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya”.
“Membasuh jala” artinya: jangan meremehkan hal-hal kecil, sekalipun itu hanya “jala” tetapi harus dievaluasi. Setelah kita melakukan banyak pekerjaan dan pelayanan, kita harus mau evaluasi dan koreksi semua yang telah kita kerjakan itu. Jangan sampai ada hati yang sobek (terluka), kepahitan, atau apa pun. Harus segera dibereskan.

2. Harus ada saat persiapan dan pembelajaran.
Ayat 3 : Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Mempersilahkan Yesus memakai perahu kehidupan kita. Mau belajar firman Tuhan. Sebab firman Tuhan itu adalah pelita dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105), yang mengarahkan jalan kehidupan kita. Siapkan waktu dan hidup kita untuk duduk dibawah kaki Tuhan.

3. Harus ada ketaatan untuk melangkah.
Ayat 4,5,6 : “Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak”.
Setelah pembelajaran firman Tuhan dan setelah kita melakukan persiapan untuk menangkap visi Tuhan, kita harus mau melangkah dan bertindak sesuai dengan perintah Tuhan: “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak”. Petrus mengalami mujizat.
Setelah kita melakukan persiapan dan pembelajaran, kita harus mau melangkah dengan ketaatan dan kesetiaan, untuk bisa terjadinya mujizat dalam hidup kita.

4. Harus ada kesatuan di dalam Tuhan.
Ayat 7 : “Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam”.
Kita tidak bisa bekerja sendiri di dalam melayani Tuhan. Kita bekerjasama dan sama-sama bekerja. Pelayanan yang bersatu, rumah tangga yang bersatu dan anak-anak Tuhan yang bersatu, maka akan diberkati Tuhan.

5. Harus ada kerendahan hati.
Ayat 8 : “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
Harus tetap ada kerendahan hati, meskipun sudah mengalami mujizat dan terobosan.

6. Harus ada yang bernilai kekal.
Ayat 11 : “Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus”.
Tujuan kita tidak hanya mencari hal-hal yang duniawi saja. Jangan hanya memperhatikan dan fokus kepada hal-hal yang di dunia ini saja. Setelah mengalami booming!, terobosan dan kelimpahaan berkat jasmani, jangan berhenti di situ saja, kita harus mengalami berkat-berkat rohani juga: mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus”.

__._,_.___

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s