HIDUP YANG BERDAMPAK

HIDUP YANG BERDAMPAK
Oleh : Pdt. Rubin Ong

Kisah Rasul 8:26, “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi”…. Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” [Sahut
Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.”
Jawabnya: “Aku
percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita”.

Filipus sedang terkenal di Samaria, dia dipakai Tuhan secara luarbiasa. Tetapi tiba-tiba Tuhan membawa dia kepada suatu keadaan yang berbeda dari biasanya, ke tempat yang menurun. Ketika dia taat kepada Tuhan, maka ada sesuatu yang besar terjadi. Filipus menjadi dampak yang luarbiasa dari sebelumnya.

Kunci agar menjadi dampak yang besar adalah:

1. Mempunyai kerelaan ketika Tuhan membawa kita kepada suatu kondisi yang tidak enak bagi keinginan daging kita.
Kesaksian yang inspiratif lahir dari kesaksian hidup dimana di tengah-tengah penderitaan masih bisa tetap hidup dalam prinsip kebenaran. Bukan kesaksian tentang bertambah kayanya kita atau dapat mobil baru. Kalau kita bersaksi dari hal-hal yang demikian, itu tidak akan memiliki dampak bagi orang lain. Tetapi, kalau ingin bersaksi yang baik, maka lakukanlah sesuatu yang tidak biasa dan ekstrim bagi orang lain.

Filipus berjalan di jalan yang sedang menurun. Dia pergi ke Gaza, makna profetisnya adalah suatu tempat yang dihindari orang, tempat pertempuran terjadi, suatu tempat yang jika tidak kuat maka seseorang itu akan dikalahkan oleh kelemahannya sendiri.

Filipus sengaja dibawa Tuhan sendirian ke tempat yang sunyi itu, sebab karakter pahlawan sejati kelihatan ketika dia sedang sendirian. Kalau fasilitas semuanya sedang baik, semuanya akan kelihatan gampang namun karakter asli tidak akan terlihat. Tetapi, Filipus berada di tempat yang sepi, suatu padang gurun. Padahal sebelumnya dia berdampak dan dipakai Tuhan di Samaria, namun ketika dia taat kepada panggilan Tuhan ini, dampaknya bukan hanya di Samaria, tapi berdampak kepada bangsa lain. Filipus bertemu dengan menteri keuangan Ethiopia.
Kekristenan itu diibaratkan seperti harta di dalam tanah. Kekayaan yang ada di dalam tanah, nilainya jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang ada di atas tanah. Tapi untuk mengeluarkannya perlu pengeboran yang dalam. Itulah sebabnya Kekristenan berbicara tentang kedalaman yang kuat. Pelayanan itu tidak ditentukan oleh kemampuan kita, tetapi ditentukan oleh kedalaman hati kita. Seberapa pun keadaan kita, kalau itu berasal dari kedalaman maka pelayanan itu akan berdampak bagi orang. Harta yang sesungguhnya itu ada di dalam kita. Dan itu butuh digali! Ini perlu harga yang harus dibayar dan konsistensi. Kekristenan harus dimulai dari dalam, bukan hanya kesan diluar saja. Yang di dalam itu lebih penting dari apa yang ada di luar.

2. Tetap setia dan taat meskipun keadaan tidak baik.
Jika saat ini sedang berada di jalan yang sedang menurun atau di Gaza, maka tetaplah bertahan. Jangan memberontak. Justeru di tempat seperti itulah akan kelihatan siapa aslinya diri kita yang sebenarnya. Kosongkanlah diri seperti Yesus. Meskipun Dia mampu melakukan banyak hal, namun Dia membatasi diri-Nya dan mengambil rupa menjadi manusia seperti kita. Mau menderita, mau dibatasi dan mau disalibkan. Kuasa yang Dia miliki adalah kuasa untuk membangun. Saat Dia menyangkal Diri-Nya, dampaknya meluas ke seluruh manusia di segala zaman dan kekal. Ketika kita bertahan di tempat yang paling berat, maka pada saat itulah hidup kita akan berdampak besar.

Mazmur 119: 71, “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu”.

Ketika sedang berada di tempat yang tandus: difitnah, dihina, dilecehkan dan dirugikan, tetaplah bertahan dalam iman. Sebab itulah tempat yang terbaik untuk membentuk kita menjadi seperti Kristus.
Tragedi hidup bukanlah kematian, tetapi mati selagi hidup: kasihnya mati, karakternya mati, imannya mati. Tragedi hidup adalah orang yang berhasil dalam tugas yang salah, dengan cara yang salah dan mengorbankan orang lain

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s