Rahasia Gulungan Kitab Zaman Dulu

Rahasia Gulungan Kitab Zaman Dulu

Apakah Artinya Bagi Anda Saat Ini?

Beberapa tahun yang silam, Mr. Marsh mendapati bahwa namanya termasuk dalam surat wasiat tantenya. Wasiatnya berbunyi, Untuk Steven Marsh tersayang, saya menyerahkan Alkitab keluarga beserta semua isinya, dan semua harta saya yang tersisa. Setelah semua hutang-hutang terbayar, hanya beberapa ratus dolar yang tersisa. Dalam waktu yang singkat, uang tersebut telah habis, dan yang tersisa hanyalah sebuah Alkitab yang Mr.Marsh simpan dalam sebuah peti di loteng. Steven Marsh harus hidup dengan gaji pensiun yang sangat minim, sehingga ia hidup dalam kemiskinan selama kurang lebih tiga puluh tahun lamanya.

Akhirnya, ketika ia berusia Sembilan puluh tahun, ia memutuskan untuk hidup bersama dengan anaknya. Ketika ia sedang mengepak barangbarangnya, ia menemukan Alkitab yang dulu diwariskan oleh tantenya, dan ia mulai membuka lembaran demi lembaran. Mr. Marsh terkejut ketika ia menemukan lembaran uang yang terselip di antara halaman demi halaman, dan ketika ia menghitung uang yang ada, ia mendapat lebih dari lima ribu dolar, yang merupakan jumlah yang sangat besar untuk saat itu. Ia hidup dalam kemiskinan, padahal ia bisa hidup dalam kekayaan.

Ia memiliki kekayaan di ujung jarinya, dalam buku Alkitab. Ada kemungkinannya juga bahwa kita memiliki kekayaan di ujung jari kita. Jutaan orang percaya bahwa Alkitab merupakan buku terlaris yang pernah ditulis sepanjang sejarah. Mereka yakin bahwa Alkitab diwahyukan oleh Allah dan berisikan panduan untuk mencapai hidup yang kekal. Banyak orang dari berbagai negara, bahasa, dan suku yang percaya bahwa Alkitab merupakan harta karun yang dapat merubah kehidupan seseorang. Banyak juga orang yang penuh dengan keraguan, serta memiliki banyak pertanyaan.

Jadi ada apa dengan buku terlaris di dunia, yaitu Alkitab? Dapatkah dipercaya? Apakah buku tersebut menyatakan kebenaran? Apakah buku tersebut menyatakan semuanya dengan tepat? Ada orang yang mengatakan bahwa Anda dapat mempercayai Alkitab tanpa ada sedikitpun keraguan, tapi ada juga yang bilang bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya. Yang mana yang benar?

Dan jawabannya sangatlah penting, karena jika Alkitab itu benar, maka percaya atau tidak, hal itu menjadi satu masalah antara hidup dan mati! Jika Alkitab itu benar, nasib hidup kekal Anda bergantung kepada apakah Anda percaya serta menerimanya. Apa yang Anda percaya mengenai Alkitab, akan merubah segala sesuatu yang Anda percaya mengenai Allah. Hanya ada satu tempat dimana Anda bisa memperoleh gambaran yang jelas mengenai Allah, yaitu dalam Alkitab. Itu juga yang menjadi alasan mengapa Alkitab diberikan kepada kita.

Alkitab menjelaskan kepada kita mengenai Allah yang tidak terlihat, yang hanya dapat kita ketahui dengan membaca pekabaran yang Ia telah berikan melalui nabinabi-Nya dan Anak-Nya, agar kita dapat mengenal-Nya. Mari kita lihat buku yang hebat ini, yaitu Alkitab, yang juga disebut Firman Allah, dan melihat apakah kita bisa memperoleh bukti bahwa Alkitab itu benar atau tidak, dan apakah Alkitab itu dapat dipercaya atau tidak. Alkitab bukanlah sekedar satu buku, tetapi merupakan satu perpustakaan buku-buku dalam satu sampul.

Alkitab berisikan 66 buku yang ditulis dalam kurun waktu yang berbeda-beda dan oleh penulis yang berbeda-beda dalam kurun waktu 1600 tahun. Ada 39 buku dalam Perjanjian Lama dan 27 buku dalam Perjanjian Baru.Lima puluh lima orang yang berbeda yang menulis buku tersebut, namun kita menemukan keseragaman yang hanya dapat diterangkan oleh fakta yang menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki satu sumber.

Keseragaman ini terjadi walaupun banyak di antara penulisnya tidak pernah bertemu satu dengan yang lain.Para penulis tersebut memiliki pekerjaan yang berbedabeda. Ada yang nelayan, ada yang gembala, ada yang raja, ada yang petinggi negara, ada yang petani, ada yang pengkhotbah, ada yang negarawan, dan ada juga yang dokter, mereka semua datang dari kehidupan yang berbeda. Namun ada keharmonisan yang sempurna di antara buku-buku yang mereka tulis. Suatu keajaiban! Keharmonisan ini hanya dapat dimengerti jika kita menyadari bahwa Allah yang memberikan buku ini agar Ia dapat mengkomunikasikan keinginan-Nya kepada kita.

Petrus menulis: Sebab tidak pernah nubuat dihasilkanoleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. 2 Petrus 1:21

Rasul Paulus menulis: Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. 2 Timotius 3:16, 17.

Alasan mengapa Allah menggunakan cara berkomunikasi seperti ini, yaitu berbicara melalui tulisan, adalah karena sistem komunikasi kita dengan Allah telah terputus oleh dosa.Ketika Allah dan manusia berjalan serta berbincangbincang di taman Eden, tidak dibutuhkan seorang nabi untuk menuliskan apa yang Allah hendak katakana kepada manusia. Ketika Adam berdosa, ia bersembunyi dari Allah karena rasa takut dan bersalah atas apa yang ia telah lakukan. Ketika Allah menanyakan keberadaan Adam, ia menjawab, …. ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, … aku bersembunyi. Kejadian 3:10

Allah tidak dapat lagi berbicara muka dengan muka. Ia memilih untuk menyatakan kehendak-Nya kepada kita melalui nabi-nabi dan akhirnya melalui Anak-Nya. Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya,para nabi. Amos 3:7

Tuhan memberikan ilham kepada Musa untuk menulis buku Ayub dan juga lima buku pertama dalam Perjanjian Lama yang disebut sebagai “Hukum”. Hal ini terjadi sekitar 1500 S.M. Pada saat itu, bangsa Israel telah tumbuh menjadi satu bangsa yang besar dengan jutaan penduduk, dan Allah memerlukan cara untuk berkomunikasi dengan mereka, yaitu dalam bentuk tulisan. Dan hal ini merupakan hal yang tepat, karena waktunya bertepatan dengan diciptakannya alpabet.

Sekarang, manusia dapat membaca Sepuluh Hukum Allah yang Allah tulis dengan tangan-Nya sendiri dan buku hukum yang Musa tuliskan untuk Allah. Namun pertanyaannya adalah: Apakah Alkitab itu benar dan dapat dipercaya sebagai apa yang Allah berikan? Sampai tahun 1947, manuskrip yang kita miliki mengenai Perjanjian Lama, hanyalah salinan dari tahun 900 T.M. Gulungan nabi Yesaya ditemukan sekitar tahun 125 S.M. Gulungan ini telah dicetak ulang selama lebih seribu tahun sebelum gulungan aslinya ditemukan. Gulungan tersebut berisikan buku Yesaya secara keseluruhan. Tuan Frederick Kenyon, salah seorang yang terkenal dalam bidang Arkeologi dan merupakan Presiden dari Sekolah Arkeologi Inggris, mengatakan: Dalam satu bab yang berisikan 166 kata, hanya ada satu kata (tiga huruf) yang dipertanyakan setelah 1000 tahun disebarkan, dan kata itu tidak merubah arti dari pekabaran itu! Tuan Frederic Kenyon mengatakannya seperti ini:

Orang Kristen dapat memegang Alkitab ditangannya dan berkata tanpa ada rasa takut maupun keragu-raguan bahwa ia memegang Firman Allah yang benar, diturunkan dari generasi ke generasi tanpa ada yang hilang, selama berabad-abad. Tuan Kenyon membuat pernyataan ini setelah menggunakan seluruh kehidupannya dalam meneliti bukti-bukti mengenai bagaimana Alkitab diwahyukan dan apa efek dari caranya Alkitab tersebut diwahyukan. Kritikus Alkitab satu abad yang lalu, telah menemukan banyak alasan untuk meragukan Alkitab, namun banyak dari kritikan-kritikan mereka telah dibungkam oleh penemuan-penemuan para arkeolog. Sampai abad sembilan belas, sedikit sekali yang diketahui mengenai zaman purbakala, kecuali apa yang dituliskan oleh Alkitab. Sejarah kuno sepertinya terkunci untuk selamanya di belakang tulisan bergambar yang aneh, yaitu tulisan gambar kuno Mesir. Karena tidak ada seorangpun di Mesir maupun di seluruh dunia yang dapat mengartikannya.

Kemudian, pada tahun 1798. Napoleon memimpin pasukannya melakukan ekspedisi ke Mesir. Dengan 38,000 tentaranya, Napoleon membawa seratus artis, ahli-ahli bahasa, dan para ilmuwan untuk membantunya untuk lebih mengerti akan sejarah di belakang dataran yang penuh dengan misteri. Di mana-mana mereka melihat tulisan-tulisan sejarah yang tidak dapat dimengerti pada monumen-monumen dan dinding-dinding kuil. Napoleon dan para ilmuwannya bertanya-tanya mengenai pesan apa yang tersembunyi di belakang tulisan bergambar tersebut.

Satu tahun kemudian, pada tahun 1799, penemuan terpenting dalam sejarah penemuan arkeolog sampai pada saat itu ditemukan. Salah satu tentara Napoleon, menemukan apa yang kita kenal sebagai Batu Rosetta, sebuah batu hitam yang panjangnya 122 cm dan lebar 76 cm (empat kali dua kaki dan setengah kaki) yang membuka misteri tulisantulisan bergambar serta membuka rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Saat ini, Batu Rosetta tersimpan di musium di Inggris. Batu ini diketemukan dekat kota Rosetta, dan padanya terdapat putusan kuno dalam tiga bahasa: Tulisan bergambar, demotik Mesir, dan Grika. Tentu saja para ilmuwan dengan mudah dapat menterjemahkan tulisan Grika, tapi tulisan bergambar merupakan satu kesulitan tersendiri.Namun demikian, dua puluh tahun kemudian, pada tahun 1822, seorang Perancis yang muda dan pintar, yang bernama Jean Francois Champollion mengguncang dunia dengan mengartikan tulisan gambar yang ada pada Batu Rosetta. Sehingga harta karun kuno Mesir terungkap bagi seluruh ilmuwan di dunia.

Tapi yang terpenting adalah sejarah Mesir yang sudah lama terlupakan, sekarang memberikan bukti terhadap Alkitab. Tulisan pada batu itu membuktikan apa yang dikatakan oleh Alkitab benar adanya. Semakin banyak penggalian yang dilakukan oleh para Arkeolog, semakin banyak bukti-bukti yang mereka temukan mengenai sejarah Alkitab, dengan catatan sejarah dari peradaban zaman dahulu.Penemuan terbaru di Tell Marduk telah mengejutkan dunia arkeologi. Kota ini disebut Ebla di Siria, dan merupakan masyarakat yang kaya dan maju yang terdiri dari 300,000 orang. Sebelum penemuan dari Gulungan Laut Mati, banyak ilmuwan dalam bidang arkeologi yang begitu bersemangat bila ada penemuan. Tapi, lebih membahagiakan bagi para pelajar yang mempelajari Alkitab.

Dalam satu ruang sekolah yang berhubungan dengan ruang istana, ada 14,000 tulisan dalam bentuk buku yang terbuat dari tanah liat serta pecahan-pecahannya, yang terjadi sekitar 2,300 S.M. Catatan negara tertua yang diketemukan adalah catatan mengenai kerajaan Ebla selama lebih dari satu abad lamanya. Beberapa ahli sejarah mempertanyakan mungkinkah bangsa Ibrani menciptakan satu bentuk tulisan pada zaman Musa. Sampai pada abad kesembilan belas, tidak ada bukti sejarah yang menguatkan akan hal itu. Namun, potongan batu Ebla dan penemuan lainnya, diketemukan jauh sebelum kehidupan Musa. Lebih daripada itu, para arkeolog telah menemukan perpustakaan jauh sebelum Musa ada.

Batu Ebla menceritakan mengenai penciptaan dan air bah. Ada juga nama-nama dan tempat yang sama dengan yang ada dalam Alkitab: Esau, Abraham, Israel, Sinai, bahkan Jerusalem. Namun, yang benar-benar mengherankan adalah adanya dua nama dari kota dosa yaitu Sodom dan Gomorah. Sebelum penemuan dari batu-batu ini, tidak ada tulisan lain dalam sejarah yang ada selain yang ada dalam Alkitab. Sehingga kota tersebut hanya merupakan kota khayalan saja. Namun, banyak buku yang harus ditulis ulang, oleh karena penemuan ini, selaras dengan nama-nama geografis dewasa ini.Beberapa pengarang harus mengakui bahwa buku Kejadian lebih dari sekedar buku yang berisikan lagu-lagu gembala serta legenda-legenda. Penemuan di Ebla dan tempat-tempat yang lain, membuktikan keabsahan Alkitab!Daud berkata, Dasar firman-Mu adalah kebenaran …… Mazmur 119:160. Tuhan berkata dalam Yesaya 45:19: … Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.

Orang mengatakan bahwa orang mati tidak dapat bercerita, namun mereka dapat! Mereka dapat bercerita tentang hal-hal yang lebih menarik daripada fiksi. Peradaban yang telah lama mati, sekarang berbicara dari dalam kubur mereka, yang membuktikan serta menguatkan ketepatan serta keabsahan Firman Tuhan. Sampai abad kesembilan belas, beberapa ilmuwan percaya bahwa Ratu Semiramis yang mendirikan Babilonia. Namun dalam Alkitab, Daniel menuliskan apa yang dikatakan oleh Raja Nebukatnezar, …….. Bukankah ini Bebel yang besar itu yang telah kubangun? Daniel 4:30 Siapakah yang benar? Pada tahun 1899, Robert Koldewey memulai penggalian direruntuhan kota Babilon. Ia menggali puluhan ribu batu bata yang semuanya memiliki cap Raja Nebukatnezar, dan diambil dari tembok dan kuil-kuil di kota itu. Sebuah batu yang berisikan segala sesuatu yang telah dicapai oleh Nebukatnezar, juga ditemukan oleh para arkeolog di kota Babilon. Untuk itu Raja berkata, Aku menguatkan pertahanan Esagila dan Babilonia, dan aku menyatakan kekuasaanku untuk selamanya.

Alkitab menyatakan kebanggaan Nebukatnezar, bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah ku bangun menjadi kota kerajaan? Daniel 4:30

Prasasti Rumah India Timur yang sekarang berada di London, memberikan enam kolom khusus untuk tulisan Babilonia yang menceritakan mengenai proyek-proyek pembangunan Nebukatnezar yang besar. Hal ini kembali menguatkan Firman Tuhan. Misteri lain bagi para ahli sejarah adalah tidak adanya catatan mengenai Beltsazar sebagai pemimpin Babilonia. Alkitab menyebut Beltsazar sebagai pemimpin Babilonia yang melihat tulisan di dinding pada acara jamuan makan malam. Apakah ini hanya merupakan ciptaan dari pikiran Daniel yang mengada-ngada? Sama sekali tidak! Nabonidus, yang menggantikan Nebukatnezar, telah memberikan tugas kerajaannya kepada anaknya,Beltsazar, selagi ia pergi ke Tema di Arab untuk sepuluh tahun lamanya. Batu tulisan yang diketemukan oleh para arkeolog, menceritakan bahwa kerajaan Babilonia telah dipercayakan kepada Beltsazar, ahli waris kerajaan. Inilah yang tertulis:Dan kepada Beltsazar, anak yang mulia, keturunan dari darahku, tempat pemujaan dewa dalam hatinya; kiranya dia tidak berjalan dalam dosa; kiranya dia puas dalam kelimpahan hidupnya; dan kiranya kehormatan dewa yang agung tinggal dalam hati Beltsazar, anak sulung kesayanganku.– God Speaks to Modern Man, hal. 154.

Menarik bahwa dalam Daniel pasal yang terakhir, kita membaca: tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah. Daniel 12:4. Pengetahuan akan bertambah tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan. Pengetahuan akan keabsahan Firman Tuhan juga akan bertambah.

Batu bata dan silinder, lembaran catatan dan naskahnaskah yang digali oleh para arkeolog membuktikan bahwa apa yang dikatakan Alkitab adalah benar!Namun, bukti lain yang sangat kuat, yang menunjukkan bahwa Alkitab merupakan Firman Tuhan, adalah kesanggupannya untuk menubuatkan masa depan secara tepat. Akulah Tuhan dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana. Yesaya 46:9,10

Ya, selagi Allah menarik kembali tirai waktu, yang memberikan kesempatan kepada kita untuk melihat masa depan, Ia menunjukkan kepada dunia bahwa Alkitab bukanlah sekedar sebuah buku, lebih daripada itu Alkitab adalah Buku Allah. Sebelum Babilon mencapai kekuasaan dan kemuliaannya yang tertinggi, Alkitab telah menubuatkan kejatuhannya: Dan Babel yang permai, di antara kerajaan-kerajaan, perhiasan orang Kasdim yang megah, akan sama seperti Sodom dan Gomorah pada waktu Allah menunggangbalikkannya. Yesaya 13:19. Alkitab juga menubuatkan kekuasaan yang akan menunggang balikkan kerajaan yang agung ini. Tuhan telah membangkitkan semangat raja-raja Media, sebab rencana-Nya terhadap Babel ialah untuk memusnahkannya. Yeremia 51:11. Nama dari orang yang akan memimpin tentara yang akan berperang melawan Babilon telah dinubuatkan 150 tahun sebelum kelahirannya, dan juga cara yang akan ia gunakan. Inilah Firman-Ku kepada orang-orang yang Kuurapi, kepada Koresy … supaya Aku membuka pintu-pintu didepannya… Yesaya 45:1.

Apakah nubuatan dari Alkitab itu digenapi? Tepat seperti yang tertulis!

Dalam ruang Persia di Museum Inggris, berdiri silinder Koresy yang diketemukan direruntuhan Babilonia. Pada silinder tanah liat ini, Koresy mencertakan mengenai penaklukkannya. Ceritanya sangat tepat! Alkitab tidak saja meramalkan mengenai kejatuhan Babilon, lebih daripada itu, Alkitab berkata: Dan Babel akan menjadi timbunan …. Yeremia 51:37. Yesaya menuliskan: tidak ada penduduk untuk seterusnya…tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun ….. dan burung-burung onta akan diam di sana… Yesaya 13:20, 21. Hanya Tuhan saja yang dapat melihat masa depan, serta meramalkan secara akurat nasib dari Babilon. Seorang petualang bernama Austen H. Layard menggambarkan situasi di Babilon kuno sebagai berikut:

Tumpukan-tumpukan sampah yang tak berbentuk menutupi tanah yang luas … tumpukan sampah yang terserak dan menyeramkan. Burung hantu dan burung gagak, mencari makanan diantara reruntuhan. Penemuan di antara reruntuhan di Niniwe dan Babilon, hal. 413.

Mengenai kejayaan Babilon yang dahulu, tidak ada lagi yang tersisa, kecuali sebuah palang di pinggir jalan. Banyaknya sampah yang berserakan di reruntuhan Babilon kuno, merupakan bukti dari integritas serta bukti bahwa Alkitab diinspirasikan. Kita setuju dengan para nabi: Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. Yesaya 40:8. Saudaraku, jika Tuhan dapat dengan tepat meramalkan berabad-abad di depan, mengenai kerajaan kuno, apakah kita bisa meragukan kesanggupan-Nya serta kebijaksanaan-Nya untuk meramalkan secara tepat akan masa depan kita? Sama sekali tidak! Lebih daripada itu, nubuatan Alkitab memberikan kesempatan kepada kita untuk menarik kembali tirai kehidupan serta melihat ke depan melalui mata Tuhan, serta melihat solusi yang Tuhan miliki untuk mengatasi masalah-masalah yang mengancam kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini.

Alkitab lebih dari sekedar sejarah yang dapat diandalkan, lebih dari sekedar fakta ilmu pengetahuan yang pasti, lebih daripada penggenapan nubuatan. Jika tidak demikian, maka tidak akan menjadi masalah apa yang manusia mau lakukan terhadapnya. Tema dari Alkitab, inti dari semua itu adalah apa yang terjadi di sebuah bukit di luar kota Jerusalem, lebih dari sembilan belas abad yang lalu. Dan apa yang kita percayai mengenai hal ini, sangatlah berpengaruh kepada kehidupan kita! Apakah Anak Allah mati di kayu salib atau tidak. Apakah Ia seperti apa yang dikatakan oleh Alkitab atau tidak. Apakah Golgota itu fantasi atau fakta Semua ini menentukan, dan kita perlu mengetahuinya!

Mungkin, bukti terbesar mengenai apakah Alkitab itu seperti yang dikatakannya adalah kuasa dalam Buku tersebut yang dapat merubah kehidupan seseorang. Kuasa itu ada pada satu orang, yaitu Yesus Kristus! Yesus berkata, Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidupyang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku. Yesus sedang membicarakan mengenai Perjanjian Lama, karena pada saat itu, Perjanjian Baru belum ditulis. Selagi Anda membuka halaman dalam Perjanjian Lama, Anda akan mendapati bahwa buku itu menubuatkan mengenai kedatangan Mesias, serta menceritakan mengenai misi-Nya yaitu kasih dan keselamatan.Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya: …Inilah perkataan-Ku yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi, semua yang tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lukas 24:44.

Perjanjian Lama menubuatkan mengenai Kristus, dan Perjanjian Baru merupakan cerita kehidupan-Nya. Jadi saudara dapat melihat bahwa Alkitab merupakan wahyu dari Yesus Kristus, yang datang ke dunia ini untuk menunjukkan kepada dunia yang penuh pertentangan ini, mengenai keadaan Bapa-Nya. Itulah sebabnya Alkitab disebut sebagai Firman Allah yang Hidup. Alkitab membawa kuasa yang luar biasa ke mana saja ia pergi, yaitu kuasa untuk mengubah kehidupan, merubah karakter manusia, memberikan kekuatan kepada yang lemah, menguatkan orang yang kecewa, serta memberikan pengharapan kepada yang mau mati. Sepanjang sejarah, kuasa Alkitab untuk merubah manusia, telah dibuktikan berulang kali. Pemarah telah diubah menjadi pendamai, melalui kuasa Alkitab.

Orang-orang yang bejat dan penuh nafsu birahi, telah diubah menjadi orang yang bersih dan suci. Para pemabuk telah dilepaskan dari kemabukannya, pencuri dari pencuriannya, dan penipu dari penipuannya. Dewasa ini, Anda tidak perlu mencari jauh-jauh untuk mendapati para pembunuh sadis di penjara yang telah diubah menjadi seorang Kristen yang bersyukur, melalui kuasa Alkitab. Anda tidak perlu mencari jauh-jauh untuk mendapati perkawinan yang telah diambang perceraian, diselamatkan dan dipenuhi dengan kasih baru, melalui kuasa Alkitab. Tidak ada seorangpun yang membaca Alkitab dengan setia setiap hari, tanpa diubah oleh kuasa Buku Allah. Dan jika Anda mengambil waktu setiap hari untuk membaca Alkitab, maka itupun akan mengubah Anda.

Yesus menggunakan waktu-Nya untuk mengubah orang. Itulah inti dari agama Kristen, dan itu juga yang merupakan inti dari Alkitab, dan rahasia dari kuasanya. Yesus mengetahui kuasa apa yang dapat merubah manusia: Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Kebenaranlah yang membebaskan manusia – yang merubah manusia! Adalah kebenaran yang merubah seorang pemabuk, menjadi seorang ayah yang penuh kasih sayang. Adalah kebenaran yang membebaskan seseorang dari narkoba. Dengan begitu banyaknya penipuan yang dilakukan di dunia ini, kita patut bertanya, Apakah kebenaran itu?

Yesus memberikan jawaban: Firman-Mu adalah kebenaran. Yohanes 17:17. Alkitab, Firman Allah, adalah kebenaran! Kuasa dari Firman yang dapat mengubah hati dari lakilaki dan perempuan. Namun, Firman Tuhan hanya dapat mengubah orangorang yang mau diubah yaitu mereka yang mau menerima Orang yang ada dalam Alkitab, yaitu Yesus Kristus. Kehidupan jutaan manusia telah diubah pada saat

mereka mempelajari Alkitab. Tidak ada kuasa yang lebih besar di dunia ini yang dapat menyentuh hati serta mengubah kehidupan. Anda lihat sangat besar pengaruhnya, bagaimana kita memperlakukan buku itu. Lebih dari sekedar sebuah buku yang kita bawa ke gereja, atau sekedar pajangan di rak buku kita di rumah. Lebih dari sekedar informasi maupun saran yang berguna. Buku itu adalah Allah berbicara kepada hati kita masing-masing. Buku itu merupakan surat kasih Allah kepada Anakanak-Nya di dunia ini. Buku itu adalah rahasia untuk dapat bertahan, kebahagiaan yang sejati, dan ketenangan pikiran.

Saya ingin menceritakan kepada Anda, bagaimana kuasa Firman Tuhan mengubah kehidupan. Beberapa waktu yang silam, ada sebuah kapal yang dinamai Bounty. Pada tahun 1790, Kapten Bligh dan awaknya meninggalkan Inggris untuk membawa pohon breadfruit ke India Barat untuk ditanam sebagai makanan murah bagi para budak. Oleh karena Bligh kejam terhadap para awaknya, maka timbullah pemberontakan yang dipimpin oleh Fletcher Christian, yang kemudian membuang Bligh bersama-sama dengan 18 awaknya ke dalam sebuah perahu kecil ke laut. Mereka berhasil mencari jalan untuk kembali ke Inggris oleh karena kepiawaian Kapten Bligh. Kru kapal Bounty tidak dapat berlayar dengan baik, tetapi mereka terdampar di kepulauan Pitcairn yang tidak berpenduduk. Mereka membakar kapal Bounty untuk menghilangkan jejak. Ketika mereka berada di Tahiti, Bligh telah menaikan beberapa wanita dan anak-anak dan beberapa pria dari kepulauan tersebut. Kesulitan terjadi pada pemberontak di kapal ketika mereka belajar membuat minuman keras. Terjadilah pembunuhan dan tindak kriminal sehingga yang tinggal adalah John Adams dan beberapa wanita dan anakanak.

John Adams mencari sampai dia menemukan Alkitab Bounty yang disimpan di peti. Dia mulai membaca dan terjadilah perubahan yang sangat besar padanya. Ia menyadari bahwa tanggung jawab yang sangat besar baginya untuk masa depan anak-anak tersebut. Dia mulai mendidik mereka bagaimana membaca dan menulis serta cara hidup yang baik. Perubahan yang menakjubkan terjadi kepada seluruh penduduk pulau itu yang menarik perhatian kapalkapal yang melintas, kemudian pemerintah Inggeris dan akhirnya seluruh dunia. Alkitab ini dapat merubah hidup Anda juga. Ketika kita membaca Alkitab, Roh Suci yang sama yang memberikan inspirasi kepada penulis Alkitab yang telah menuliskan firman Allah beberapa abad yang lalu, merubah hidup kita sementara kita mempelajarinya. Pelajari firman Allah dengan pikiran yang terbuka dan iman yang sederhana katakan: Tuhan, tunjukkanlah kebenaran-Mu aku akan mengikutnya. Tuhan, nyatakanlah perubahan yang aku butuhkan dalam hidupku. Tuhan, aku rindu bertemu denganmu sebagai Juru Selamat yang Pengasih dan pemaaf serta merubah hidup dalam halaman-halaman firmanMu.

Saudara-saudara, bukan buku – tetapi pengarang buku itu yang membuat perbedaan. Sementara kita melihat sepintas lalu kepada pengarang, iman kita akan dikuatkan. Untuk mengenali Dia dengan mengasihi dan mempercayai-Nya.

Berapa lama Firman Tuhan Bertahan?“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” 1 Pet 1:23-25. Jes 40:6-8

Makna dan fungsi alkitab:

1. “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah adalah kebenaran.” Johanes 17:17

2. “… Karena Injil (Firman Allah) adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya….”Roma 1:16

3. Kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 2 Tim 3: 15

4. Segala tulisan yang di ilhamkan Allah memang bermamfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Tim 3: 16.

5. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.Maz 119:9

6. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Maz 119:9

7. Orang-orang ….itu lebih baik hatinya…. Karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati .. Kis 17:11.

Ideologi Firman Tuhan :

“Karena itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Matius 5:48.

Apa kata Alkitab mengenai hubungan suami istri dan anak menuju keluarga bahagia?

1. “Hai isteri , tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. “ Efesus 5 : 22

2. “Hai suami, kasihilah isteri mu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan dirinya baginya. “ Efesus 5: 25

3. “Hai anak – anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.2. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah surat perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini.3. Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” Efesus 6 : 1 – 3

HIDUP YANG DIBERKATI JIKA:

ü Keluaran 15: 26 – FirmanNya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mataNya, dan memasang telingamu kepada printah-printahNya dan tetap mengikuti segala ketetapannya, maka aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhan yang menyembuhkan engkau.”

ü Keluaran 23:25 – Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minummu dan aku akan menjauhkan penyakit dari Tengah-tengahmu.

ü Wahyu 1:3Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Doa dan harapan kita semua kiranya Tuhan selalu memberkati kita khususnya menyambut peringatan abadi hari yang kudus yang Tuhan berikan buat kebahagiaan kita.

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s