SELA !

SELA!
Oleh : Pdt. Rubin Ong

Dalam Kitab Mazmur, kata “sela” ini ditulis sebanyak 70 kali. Mengapa sampai diulangi? Berarti ada 3 alasan, yaitu: karena itu penting, karena kita pelupa sebab itu perlu diulangi, karena kita keras kepala.
Kata “sela” adalah sebuah aktivitas hati yang menjadi dasar atau akar dari semua aktivitas kehidupan. Artinya, orang boleh “ramai” di permukaan luar, tapi kalau dasar hatinya tidak kuat, maka akan gampang runtuh. Kalau pondasinya tidak kokoh, akan berbahaya. Jangan hanya membangun kesan diluar, tanpa sungguh-sungguh di dalam hati.
“Sela” ini berbicara tentang keintiman dengan Tuhan. Hal ini penting, sebab tanpa keintiman dengan Tuhan, maka kekristenan hanya tinggal agamawi saja. “Sela” ini bukan hanya doa, bukan hanya nyanyi, meskipun akhirnya akan menjadi doa atau nyanyian. Sebab, tidak semua doa atau nyanyian itu berasal dari hati. “Sela” bukan hanya aktivitas doa atau aktivitas nyanyian saja, tapi lahir dari perenungan yang dalam.

Arti kata “sela” adalah :
1. Menjadi tenang untuk merenungkan semua keterlibatan Tuhan dalam hidup kita.
Kalau di dalam istilah musik ada interlude, maka kalau kata “sela” ini kita defenisikan adalah “engkau sudah terlalu banyak ngomong, sekarang bersandarlah di dada Bapa Surgawimu, renungkan semua pengalamanmu bersama Dia, maka kita akan memiliki kekuatan baru dengan cara yang ajaib”. Sebab itu orang yang tidak suka “sela”, maka akan gampang rubuh, pondasinya lemah.
Mazmur 46: 11, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara
bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Orang yang tidak percaya pada sorga dan neraka (atheis), maka kalau dia bisa diam hanya 20 menit saja, maka dia akan dapat merenung tentang Tuhan. Orang yang tidak mengetahui siapa Tuhan, maka dia tidak bisa merenung lebih dalam tentang kehidupannya. Artinya, jangan menjadi Kristen hanya menurut kata orang saja! Kalau kita tidak bisa merenung, maka kita akan sulit mengalami Tuhan. Karena itu kekristenan kita jangan dibangun diatas apa kata orang, apa kata buku, apa kata pendeta, namun dari suatu pengalaman dengan Tuhan. Itulah sebabnya kata “sela” ini penting, yaitu perenungan yang dalam tentang Tuhan.

Mazmur 60:5-14, “Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan. Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. S e l a. Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!….Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita”

Semua yang lahir dari kedalaman karena “sela” dengan Tuhan, maka hasilnya akan luarbiasa. Jangan pernah melakukan aktivitas apapun tanpa lebih dahulu “sela”. Kalau kita mau kuat, maka banyaklah merenung “sela”.
Kalau semakin sibuk, maka kita harus semakin dalam. Jangan sampai kita semakin sibuk justeru semakin rapuh: gampang marah, gampang dendam, gampang tersinggung. 2. Perspektif dan cara pandang kita akan berbeda.
Yesaya 40: 29-31, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.
Hal yang paling tidak enak adalah menanti atau menunggu, namun firman Tuhan berkata bahwa kita harus menanti. Meskipun tidak enak, ini harus kita lakukan. Karena menanti itu akan membentuk karakter kita. Memang ini butuh proses, ada harga yang harus dibayar. Tetapi, orang yang suka menanti digambarkan seperti burung rajawali. Mengapa? Karena rajawali itu memiliki perspektif di atas. Rajawali memiliki cara pandang yang melebihi “badai”. Semua yang dari atas akan berbeda hasilnya. “Semua aktivitas kita harus berasal dari perenungan dan penantian tentang Tuhan”

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s