PERNIKAHAN: Kehendak Tuhan

PERNIKAHAN: Kehendak Tuhan

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Kejadian 2:24

Selain Adam, banyak sekali ciptaan Tuhan di bumi, tetapi tidak ada teman yang cocok atau penolong yang sepadan untuknya. Tidak ada seorang pun dapat menjadi teman bagi Adam untuk menjalani hari-harinya di bumi. Maka Tuhan berfirman, “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (ayat 18).

Kata ‘sepadan’ artinya cocok, mampu, bisa menyesuaikan diri, pelengkap atau sesuai dengan. Kemudian Tuhan pun “.. membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dan padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Dan berkatalah manusia itu, ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-kiki’ “(ayat 21- 23). Jadi, Tuhan mendaptakan perempuan sebagai pendamping bagi laki-laki.

Adam, meski memiliki semua hal yang mungkin ia perlukan di dunia ini, tetapi di dalam dirinya ada kekosongan yang tidak terpuaskan; Adam pasti merasa sangat kesepian. Hawa memenuhi kebutuhannya itu, ia melengkapi Adam, seperti juga Tuhan telah menciptakan para isteri sekarang ini untuk melengkapi suami mereka melalui pernikahan. Pernikahan adalah lembaga pertama yang diciptakan Tuhan. Ikatan bersama antara suami dan isteri adalah sel terkecil suatu gereja, di mana dua orang yang mengasihi Tuhan bergabung menjadi satu. Di dalam pernikahan, suami dan isteri akan mengikat janji dan menyatu, “…sehingga keduanya menjadi satu daging.” Dua orang menjadi satu, disatukan dalam cita-cita, pikiran, arah, kehendak dan tujuan hidup. Itulah sebabnya para single perlu menyatukan pikiran dan hati dengan calon pasangannya sebelum mereka menikah. Banyak orang yang hanya bersatu secara fisik namun tidak pernah bersatu dalam roh. Banyak orang menikah dan kemudian baru menyadari bahwa orang yang telah ia nikahi itu punya rencana hidup yang berbeda. Karena itu perlu waktu untuk saling menjajaki atau mengenal satu sama lain. Untuk membangun pengertian ini tidak dapat secara instan, butuh proses.

Penyesuaian diri itu sangat penting agar kita dapat mencapai sasaran yang tepat dalam sebuah pernikahan!

About kata1kata

some misterious word can not be explained but it can be feel by your heart peace in this world..... Yesus loves and blessing all of you .....
This entry was posted in Tuhan Yesus Memberkati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s